Puasa


Pada postingan kali ini saya akan mengupas tentang puasa apa si puasa dan bagaimana puasa itu langsung aja ya sobat semua........
Kata "Shiyam" dan kata "Shaum", kedua-duanya adalah bentuk Mashdar. hal mana menurut (tinjauan dari segio) bahasa mempunyai arti "menahan diri" sedangkan menurut Suara', Ialah " menahan diri dari (mengerjakan) hal-hal yang membatalkan puasa, penahanan mana dengan disertai niat tertentu, (lagi pula dikerjakan) sepanjang hari, oleh orang yang buisa diterima puasanya, yaitu seperti orang yang beragama Islam, berakal sehat, suci dari haid dan niffas".
Beberapa syarat kewajiban mengerjakan puasa adalah 3 hal dan didalam sebagian keterangan redaksi kitab lain, (bahwa syarat wajibnya berpuasa adalah) " 4 perkara" yaitu :
1. Islam
2. Sudah baligh
3. Berakal sehat
4. Mampu untuk mengerjakan puasa
Syarat yang keempat ini, adalah yang ditiadakan pada keterangan redaksi kitab lain, yang memberikan sayarat keharusan berpuasa, hanya 3 hal. maka dengan demikian, berpuasa itu tidak wajib dikerjakan bagi orang-orang yang mempunyai ciri-ciri yang bertentangan dengan syarat-syarat yang tersebut diatas.

Rferensi :
Kitab Fathul Qorib Karya Asy-Syekh Muhammad bin Qasim Al-Ghazi

Salajengna...

Sekilas Tentang Tilawatil Qur'an


Sejak tahun 60-an sampai sekarang Qori-qori Indonesia masih tetap menjadikan Qori-qori Timur tengah (Mesir) sebagai sumber dalam menggali maupun mencari ritme (gaya) lagu-lagu tilawatil Qur’an, karena memang pada kenyataannya bacaan-bacaan mereka itu sangat sempurna, banyak kelbihan serta daya tarik yang dimilikinya seprti nafas, pengolahan ritme, atau hoyanya dan juga suara yang khas (Lisanul Araby) nya yang tidak dimiliki oleh orang-orang selainnya (Ajam). maka tak heran kalau bacaan-bacaan mereka masih tetap relevan dan tidak membosanan untuk didengarkan atau dipelajari walaupun sudah puluhan tahun lamanya.
itulah sebabnya, maka qori-qori senior di Indonesia khususnya, tetap mempertahankan serta melestarikan keberadaannya. Adaakalanya mengambil satu qori saja karena dirasa cocok dengan suaranya. ada juga yang mengkombinasikan/ menggabungkan gaya satu Qori dengan lainnya.

Nama-nama Qori tersebut adalah :
1. As-Syeh Mustofa Ismail
2. As-Syeh Shidiq Al-Minsyawi
3. As-Syeh Roghib Mustofa
4. As-Syeh Abd. Basit Abd. Somad
5. As-Syeh Mutawali
6. As-Syeh Hasan antar
7. As-Syeh Mahmud Al-Khushori
8. As-Syeh Sy’ban Asshoyyad
9. As-Syeh Abul ‘Ain Asy-Syuaisya
10. As-Syeh Kamil Yusuf
11. As-Syeh Thoblawi
12. As-Syeh Rif’at
13. Dan lain-lain
Para Qori dan Qoriah senior di Indonesia rata-rata punya koleksi kaset-kaset bacaan qori-qori serta kaset Qosidah tersebut, dan selalu dipelajari serta dicari apabila ada yang cocok untuk diterpkan ke dalam bacaannya, maka di masukkanlah (junior atau yang masih taraf belajar) bisa diterima, maka menjadilah gaya tersebut suatu ritme yang baru dan populer di masyarakat. Akan tetapi keberadaan ritme (gaya) lagu tersebut sangat relatif sekali, artinya cepat atau lambat mesti selalu timbul ritme baru dan kalau sudah begitu, maka ritme yang lama tentunya jarang dipakai, bahkan akhirnya ditinggalkan sama sekali. kalau masih ada saja yang tetap mempertahankannya, mengikutinya, karena sudah dianggap sudah ketinggalan zaman. itulah keberadaan ritme atau gaya lagu yang selalu berubah-ubah sesuai dengan perkembangan yang ada.
Khususnya bagi Qori dan Qoriah yang masih baru mengenal lagu (tingkat menengah kebawah) dan masih belum mampu menggali maupun mengambil gaya-gaya atau ritme yang sudah profesional, maka cara yang paling tepat adalah dengan meniru/belajar, baik secara langsung maupun hanya melalui kaset rekaman Qori senior di Indonesia, sebab akan lebih mudah menyesuaikan serta memahami gaya-gaya dan ritme yang di bawakannya.
hal-hal yang perlu diketahui seorang Qori adalah :
1. Nafas : adalah satu bagian yang sangat penting dalam seni baca Al-Qur’an. seorang Qori dan Qoriah yang mempunyai nafas panjang akan membaca kesempurnaan dalam bacaannya, akan terhindar dari waqaf (berhenti) yang bukan tempatnya (Tanaffus) atau akan terhindar dari akhiran bacaan yang terlalu cepat (tergesa-gesa) karena mengejar sampainya nafas.
2. Suara : Bagian suara tidak kalah pentingnya lagi dalam seni membaca Al-Qur’an adalah masalah suara, sebagaimana diketahui bahwa suara manusia itu banyak mengalami perubahan, sejalan dengan bertambahnya usia atau karena masa yang dialaminya, yaitu dari masa kanak-kanak, remaja, dewasa sampai tua renta. dalam kaitannya dengan keperluan seni baca Al-Qur’an maka yang paling banyak peranannya adalah masa akhir kanak-kanak, remaja, dan dewasa. dalam perubahan-perubahan tersebut pada umumnya adalah dari kanak-kanak ke remaja disitulah terjadi perubahan yang sangat mengejutkan yaitu anatar usia 14 sampai 16 tahun. suatu contoh ketika masih kanak-kanak bisa bersuara lantang dan melengking serta nyaring dengan hanya memakai suara luar saja, tetapi setelah dewasa suara tersebut sudah berubah total menjadi berat sekali. jika suara seperti ini dipakai untuk keperluan seni baca Al-Qur’an yang memerlukan suara/nada tinggi tentu sangat berpengaruh sekali dengan bacaannya, bahkan kalau dipaksakan bisa menjadi suara yang pecah. untuk itulah bagi para Qori yang mengalami perubahan seperti itu harus menggabungkan suara luarnya dengan suara dalam, yaitu suara yang menekan. memang pada awalnya kurang begitu enak di dengar (kaku) dan tentunya memerlukan latihan secara kontinyu untuk bisa menggabungkan serta mengkombinasikan kedua suara tersebut sehingga halus dan merdu.jika sudah bisa menggabungkan dengan baik manfaat lain dari suara tersebut adalah nafas hemat. perubahan yang paling mencolok biasanya pada laki-laki untuk menjaga suara tidak rusak ada beberapa yang harus dilakukan dan juga harus dijauhi yaitu : makanan dan minuman. makanan yang harus dijauhi adalah yang banyak mengandung lemak (berminyak), seperti goreng-gorengan, pedas-pedas, makana yang keras, meroko, kalau buah-buahan seperti nanas, pisang dan lain-lain yang terdapat serat. sedangkan minuman yang harus dihindari seperti es, minuman yang banyak santannya, kopi/teh yang terlalu banyak kadar gulanya, dan lain-lain. sedangkan hal-hal yang dapat memberatkan suara adalah makan yang terlalu kenyang, ketidak stabilan dalam tidur yakni kekurangan atau telalu banyak tidur. untuk menghaluskan serta menguatkan suara, seorang Qori supaya membiasakan minum air masak yang sudah diembunkan di malam hari, makan kuning telur ayam kampung bisa juga ditambah madu asli untuk mrnguatkan suara, minum jahe, air putih, dan minum jeruk, melakukan gurah, cara ini hanya bisa dilakukan oleh orang-orang tertentu yang sedikit sekali jumlahnya, yaitu dengan memakai ramuan-ramuan yang dicampuri bawang putih lalu dimasukin ke dalam hidung sampai keluar dahak-dahak yang ada di dalam hidung maupun tenggorokan biasanya + 1 jam lamanya, setelah itu diberi doa-doa (wirid-wirid) yang harus diamalkan pada waktu tertentu dan menjauhi makanan/minuman yang menjadi pantangannya.
demikianlah usaha yang bisa dilakukan dalam pemeliharaan serta peningkatanmasalah nafas dan suara yang bisa penulis jelaskan,oleh karena itu keterbatasan pengetahuan penulis maka penulis sarankan agar para Qori mencari guru yang berpengalaman dalam bidang ini dan bertanya tentang berbagai hal yang berhubungan dengan seni baca Al-Qur’an dan yang penting lagi adalah latihan secara kontinyu disegala waktu dari pagi, siang, sore dan malam, tentunya jangan sampai mengganggu orang0orang disekitar sedangkan manfaatnya, agar kita mempunyai suara yang bisa tahan disegala waktu.


Salajengna...

Memelihara sarang burung wallet di menara masjid

Burung wallet jika sudah bertempat dengan di suatu tempat, dapat menghasilkan uang hingga jutaan rupiah. Bagaimana hukumnya memelihara burung walet yang sedang bersarang di menara masjid?

Jawaban :
Hukum memelihara burung walet tersebut di tafsil :
a. BOLEH, apabila menara tersebut tidak termasuk bagian masjid dan burung walet tidak mengotori masjid.
b. TIDAK BOLEH (HARAM), apabila menara tersebut termasuk masjid atau burung walet mengotori masjid.

Maroji :
1. Fathul Jawwad Hal 30 (Syarh Nadhom)
2. Asy Syarwani Juz III Hal. 483
3. Al-Iqna Juz I Hal. 215

1. والطـير ان نزلت فى مسجــد تركت * ولم يجب طردهـا من خوف ذرقـــته
وان به عشــشت فى عشهـا تـركـت * لفرخــها ولبـيض حال حضيـــنتــه
وهــكذاابن دقيـق العيــد صـــنــــفه * وقال هــم اجمعــوا واحكــم بصحــته
(قوله تركت) قال الناظــم لونــزل طير فى مسجــد حرم تنـــفيره وان عــلم أنــــه يبول فيــه ويــذرق ولايجــب تنحــــية فـراخــه من المسجــد ولاغـيره. (قوله وقــال هــم اجمعــوا) على جواز اقتـــناء الحمــام فى المساجــد واســـتدل بذالك على طـهارة بـول مايــؤكل لحـــمه (فــاحكم بصـحته) قـال المصنــف وغـيره ولـعله اراد بالاقــتـــناء انــها اذا عشــشت فى المسجــد تـركت ولم يجــب تـنـــفيرهــا من خـوف الذرق وامــاادخــالهـا قـصــدا وتـركهــا فى المسجــدفلا ينــبغى تجــويزه وان قلـــنا بطـهارة بـولها وذرقــها لان تــنزيــــة المسجــد من المستقـذرات الطاهــرات واجـب. اهـ (فتح الجـواد بشرح منظـومة ابن العمــاد ص. 30)
2. ولا بخــروج المـؤذن الراتــب الى مــنارة منفــصلة عن المسجــد لـكنـــها قـريـبة منه مبنــية له للاذن فى الاصـح لانـها مبنــية لاقــامة شـعائـر المسجــد معدودة من توابــعه. الى ان قــال..... وامــا بعـــيدة عن المسجــد بحــيث لا تــنسب اليـه عرفــا فيمـا يظــهر ثــم رأيـت من ضبـطه بـان تكـون خارجـة عن جـوار المسجـد وجـاره اربعون دارا من كل جـانب , وبعضـهـم ضبطـه بما جاوزحـريم المسجـد اومـبـنية لغيره الذى متصــلا به فيضر صعـودهـا مطلـقا بخـلاف المتصــل به لان المساجـد المـتلاصقـة حكمـها حـكم المسجـد الواحــد وامـا متصـلة بان يـكون بـابهــا فى المسجـد ورحـبته فلا يضـر صعـودهـا مطلـقـا . اهـ (الشـرواني جزء 3 ص. 483)
3. (فـرع) البــناء فى هواء المسجـد ان بنـى قـبل المسجـديـة فليــس له حكـم المسجـد وكـذا ان بنى مع المسجـديـة. امـا لو بنى بـعد المسجـد فله حكم المسجـد . اهـ (هـامش الاقـناع جزء 1 ص. 215)
(Hasil Bahtsul Masail di PP. MUS Sarang Rembang)

Salajengna...

Alat-Alat yang terbuat dari tulang bangkai yang masak

Bagaimana hukumnya alat-alat atau bejana yang terbuat dari tulang bangkai yang sudah dimasak ?

Jawaban :
Hukumnya najis, karena tulang bangkai itu secara dzatiyah adalah najis yang tidak dapat disucikan dengan cara apapun.

Penjelasan :
Adapun dalam pemakaiannya, maka ditafshil :
a. Apabila bejana tersebut kering dan dipakai untuk menampung benda kering, maka hukumnya boleh.
b. Apabila bejana itu basah atau kering dan dipakai untuk menampung air sedikit atau benda cair laiinya, maka hukumnya haram.
c. Bangkai yang dipakai untuk membuat bejana bukan berasal dari hewan najis mugholadzoh. Jika tidak, maka haram dipakai secara mutlaq. (Red)

Dasar Hukum :
1. Bujairomi Khothib Juz I hal. 106
2. Asy Syarqowi Juz I Hal. 125

1. (ويحــل اسـتعمـال كل اناء طاهر) الى ان قال..... و(خـرج) بالطاهر النجــس كالمـتخــذ من ميتــتة فيحــرم استعمــاله فيمـا ينجــس به كمــاء قليـــل ومائـع (قوله وبالطاهــر) اي وخــرج بالطاهــر النجــس اي غير المـغـلظة. امــا المـغلظة فيحــرم استعمــاله مطلــقا اهـ. (بجـيرمي على الخـطيب جزء 1 ص. 106)

“Halal menggunakan setiap wadah yang suci …Sebaliknya haram menggunakan setiap wadah najis, seperti wadah yang terbuat dari bangkai. Maka hukumnya haram memakai wadah yang terbuat dari bangkai untuk mewadahi air atau benda cair lainnya. Sebab wadah tersebut akan timbul kenajisannya jika bertemu dengan air atau benda cair. (kalau bukan dipakai untuk wadah air atau benda cair lainnya, maka hukumnya boleh, Red.)
Hukum tafshil tersebut jika bangkai yang dipakai bukan berasal dari bangkai hewan najis Mugholadzoh. Adapun bangkai dari hewan mugholadzoh, maka hukumnya haram secara mutlaq” (Bujairomi alal Khothib Juz I hal. 106)

2. ذكر ع ش. فيما لو تنجــس انــاء من عاج بنجــاسة مغـلظة وغسل سـبعا احـداهن بتراب طـهور انه يطـهر من النجــاسة المـغلظة على المعتمــد ولا يـطهر من النجـاسة الاصـلية لان العـاج نجــس بالاجمــاع . اهـ (الشرقــاوي جزء 1 ص. 125 )

“ Syekh Ali asy Syabromilisi menuturkan, apabila ada wadah yang terbuat dari tulang/gading gajah terkena najis Mugholadzoh kemudian dicuci 7 (tujuh) kali yang salah satunya dicampur dengan tanah yang suci, maka wadah tersebut menjadi suci dari najis mugholadzoh, demikian menurut pendapat yang kuat. Akan tetapi wadah tersebut tidak dapat menjadi suci dari najis asal, sebab dzatiyah tulang/gading gajah menurut kesepakatan ulama adalah najis. (Hasyiyah asy Syarqowi Juz I halaman 125)

(Hasil Bahtsul Masail PP. MUS Sarang Rembang)

Salajengna...

KISAH MASUK ISLAMNYA KHALID BIN WALID ( PANGLIMA PERANG YANG TANGGUH)

Dahulu sebelum masuk Islam Nama Khalid bin Walid sangat termashur sebagai panglima Tentara Kaum Kafir Quraisy yang tak terkalahkan. Baju kebesarannya berkancingkan emas dan mahkota dikepalanya bertahtahkan berlian . Begitu gagah dan perkasanya Khalid baik di Medan perang maupun ahli dalam menyusun strategi perang. Pada waktu Perang UHUD melawan tentara Muslimin pimpinan Rosululloh SAW banyak Suhada yang Syahid terbunuh ditangan Khalid bin Walid dengan dengan Suara lantang diatas perbukitan Khalid bin Walid berkata” Hai Muhammad kami sudah Menang, kamu telah kalah dalam peperangan ini….lihatlah pamanmu Hamzah yang tewas tercabik cabik tubuhnya dan lihatlah pasukanmu yang telah porak poranda”. Rosululloh saw menjawab “Tidak aku yang menang dan engkau yang kalah Khalid …Mereka yang gugur adalah Syahid , sebenarnya mereka tidak mati wahai Khalid mereka hidupdisisi Alloh SWT penuh dengan kemuliaan dan kenikmatan , mereka telah berhasil pindah alam dari dunia menuju akherat menuju surga Alloh karena membela Agama Alloh gugur sebagai syuhada akan tetapi Matinya tentaramu , matinya sebagai Kafir dan dimasukkan ke Neraka Jahannam. Setelah itu Khalid memerintahkan pasukannya untuk kembali, sejak itu Khalid termenung terngiang selalu akan kata kata Nabi Muhammad saw dan penasaran akan sosok Muhammad saw . Maka Khalid mengutus mata-mata ( intel ) untuk memantau dan mengamati aktivitas Muhammad Saw setelah perang Uhud tersebut. Setelah cukup lama memata-matai Rosululloh akhirnya utusan Khalid bin Walid melaporkan hasil pengamatan tersebut , kata utusan tersebut” Aku mendengar semangat juang yang dikemukakan muhammad kepada para pasukannya Muhammad mengatakan ” Aku heran kepada seorang panglima khalid bin Walid yang gagah perkasa dan cerdas , tapi kenapa dia tidak paham dengan AGAMA ALLOH yang aku bawa , sekiranya Khalid bin Walid tahu dan paham dengan Agama yang aku bawa , dia akan berjuang bersamaku( Muhammad ) , Khalid akan aku jadikan juru rundingku yang duduk bersanding di sampingku. Kata kata mutiara tersebut disampaikan mata-mata Khalid bin walid di Mekkah kepada panglimanya.
Mendengar laporan Intel tersebut semakin membuat Risau Khalid bin Walid hingga akhirnya Khalid memutuskan untuk bertemu Muhammad dengan menyamar dan menggunakan Topeng menutup wajahnya hingga tidak di kenali oleh siapapapun. Khalid berangkat seorang diri dengan menunggang Kuda dan menggunakan baju kebesarnnya yang berhias emas serta mahkota bertahta berlian namun wajahnya ditutupi Topeng. Di tengah perjalanan Khalid bertemu dengan Bilal yang sedang bedakwah kepada para petani. Dengan Diam-diam Khalid mendengarkan dan menyimak apa yang di sampaikan oleh Bilal yang membacakan surat al hujarat ( Qs 49:13 ) yang artinya” Hai manusia kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku suku supaya kamu saling mengenal dengan baik. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Alloh adalah orang-orang yang paling bertaqwa karena sesungguhnya Alloh maha mengetahui lagi maha Mengenal”
Khalid terperanga bagaimana mungkin Bilal yang kuketahui sebagai Budak hitam dan buta hurup bisa berbicara seindah dan sehebat itu tentu itu benar perkataan dan Firman Alloh. Namun gerak gerik mencurigakan Khalid bin walid di ketahui sayyidina Ali bin Abi Thalib , dengan lantang Ali berkata” Hai penunggang Kuda Bukalah topengmu agar aku bisa mengenalimu, bila niatmu baik aku akan layani dengan baiki dan bila niatmu buruk aku akan layani pula dengan buruk” Kata Ali bin Abi thalib.
Setelah itu dibukalah Topeng tampaklah wajah Khalid bin Walid seorang Panglima besar kaum Kafir Quraisy yang berjaya diperang UHUD dengan tatapan mata yang penuh karismatik Khalid berkata” Aku kemari punya Niat baik untuk bertemu Muhammad dan menyatakan diriku masuk Islam” Kata Khalid bin Walid. Wajah Ali yang sempat tegang berubah menjadi berseri-seri” Tunggulah kau di sini Khalid saya akan sampaikan berita gembira ini kepada Rosululloh saw” Kata Ali bi Abi thalib. Bergegas Ali menemui Rosululloh saw dan menyampaikan maksud kedatangan Khalid bin Walid sang panglima perang . Mendengar berita yang disampaikan Ali , wajah rosululloh SAW berseri seri lalu mengambil sorban hijau miliknya lalu dibentangkan di tanah sebagai tanda penghormatan kepada Khalid bin walid yang akan datang menemuinya. Lalu Rosululloh saw menyuruh Ali menjemput Khalid untuk menemuinya. Begitu Khalid datang Rosululloh langsung memeluknya. ” Ya rosululloh islam saya ” Kata Khalid bin Walid. Lalu Rosululloh saw mengajarkan kalimat Syahadat kepada Khalid maka Khalid bin walid telah memeluk agama Islam.
Begitu selesai membaca syahadat Khalid bin walid menanggalkan Mahkotanya yang bertahtahkan intan diserahkan kepada rosululloh, begitu pula dengan bajunya yang berkancingkan emas di serahkan juga kepada rosululloh saw. Namun begitu Khalid bin walid akan mencopot pedangnya dan menyerahkannya kepada Rosululloh , Baginda rosululloh melarangnya ” Jangan kau lepaskan pedang itu Khalid , karena dengan pedang itu nanti kamu akan berjuang membela agama Alloh bersamaku ” Kata Rosululloh saw . dan Nabi memberi gelar pedang tersebut dengan nama “Syaifulloh yang artinya “pedang Alloh yang terhunus. Setelah bergabungnya Khalid bin walid kedalam Islam, bertambah kuatlah pasukan Muslim hingga bisa menaklukan kota Mekkah dan Pasukan Kafir Quraiys secara drastis melemah bagaikan ayam kehilangan induknya

Salajengna...

الوضوء من الغائط والبةل والريح

قال الشافعي: ومعقول إذ ذكر الله تبارك وتعالى الغائط في آية الوضوء أن الغائط الخلاء فمن تخلى وجب عليه الوضوء أخبرنا سفيان قال حدثنا الزهري قال أخبرني عباد بن تميم عن عمه عبد الله بن زيد قال شكى إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم الرجل يخيل إليه الشيء في الصلاة فقال لا ينفتل حتى يسمع صوتا أو يجد ريحا قال الشافعي: فلما دلت السنة على أن الرجل ينصرف من الصلاة بالريح كانت الريح من سبيل الغائط وكان الغائط أكثر منها أخبرنا إبراهيم بن محمد عن أبي الحويرث عن الأعرج عن ابن الصمة أن رسول الله صلى الله عليه وسلم بال فتيمم أخبرنا مالك عن أبي النضر مولى عمر بن عبد الله عن سليمان بن يسار عن القداد بن الأسود أن عليا بن أبي طالب رضي الله تعالى عنه أمره أن يسأل رسول الله صلى الله عليه وسلم عن الرجل إذا دنا من أهله يخرج منه المذي ماذا عليه قال علي فإن عندي ابنة رسول الله صلى الله عليه وسلم فأنا أستحيي أن أسأله قال المقداد فسألت رسول الله صلى الله عليه وسلم عن ذلك فقال إذا وجد أحدكم ذلك فلينضح فرجه بماء وليتوضأ وضوءه للصلاة فدلت السنة على الوضوء من المذي والبول مع دلالتها على الوضوء من خروج الريح فلم يجز إلا أن يكون جميع ما خرج من ذكر أو دبر من رجل أو أمرأة أو قبل المرأة الذي هو سبيل الحدث يوجب الوضوء وسواء ما دخل ذلك من سبار أو حقنة ذكر أو دبر فخرج على وجهه أو يخلطه شيء غيره ففيه كله الوضوء لأنه خارج من سبيل الحدث قال وكذلك الدود يخرج منه والحصاة وكل ما خرج من واحد من الفروج ففيه الوضوء وكذلك الريح تخرج من ذكر الرجل أو قبل المرأة فيها الوضوء كما يكون الوضوء في الماء وغيره يخرج من الدبر قال ولما كان ما خرج من الفروج حدثا ريحا أو غيره ريح في حكم الحدث ولم يختلف الناس في البصاق يخرج من الفم والمخاط والنفس يأتي من الأنف والجشاء المنغير وغير المنغير يأتي من الفم لا يوجب الوضوء دل ذلك على أن لا ضوء في قيء ولا رعاف ولا حجامة ولا شيء خرج من الجسد ولا أخرج منه غير الفروج الثلاثة القبل والدبر والذكر لأن الوضوء ليس على نجاسة ما يخرج الا ترى أن الريح تخرج
من الدبر ولا تنجس شيئا فيجب بها الوضوء كما يجب بالغائط وأن المني غير نجس والغسل يجب به وإنما الوضوء والغسل تعبد قال وإذا قاء الرجل غسل فاه وما أصاب القيء منه لا يجزيه غير ذلك وكذلك إذا رعف غسل ما ماس الدم من أنفه وغيره ولا يجزيه غير ذلك ولم يكن عليه وضوء وهكذا إذا خرج من جسده دم أو قيح أو غير ذلك من النجس ولا ينجس عرق جنب ولا حائض من تحت منكب ولا مأبض ولا موضع متغير من الجسد ولا غير متغير فإن قال قائل وكيف لا ينجس عرق الجنب والحائض قيل بأمر النبي صلى الله عليه وسلم الحائض بغسل دم الحيض من ثوبها ولم يأمرها بغسل الثوب كله والثوب الذي فيه دم الحيض الإزار ولا شك في كثرة العرق فيه وقد روى عن ابن عباس وابن عمر أنهما كانا يعرقان في الثياب وهما جنبان ثم يصليان فيها ولا يغسلانها وكذلك روى عن غيرهما أخبرنا ابن عيينة عن هشام بن عروة عن فاطمة ابنة المنذر قالت سمعت جدتي أسماء بنت أبي بكر تقول سألت رسول الله صلى الله عليه وسلم عن دم الحيض يصيب الثوب فقال حتيه ثم اقرصيه بالماء ثم رشيه ثم صلي فيه أخبرنا مالك عن هشام بن عروة عن فاطمة بنت المنذر عن أسماء بنت أبي بكر أنها قالت سألت امرأة النبي صلى الله عليه وسلم فذكر نحوه أخبرنا مالك عن نافع عن ابن عمر أنه كان يعرق في الثوب وهو جنب ثم يصلي فيه قال ومن توضأ وقد قاء فلم يتمضمض أو رعف فلم يغسل ما ماس الدم منه أعاد بعد ما يمضمض ويغسل ما ماس الدم منه لأنه صلى وعليه نجاسة لا لأن وضوءه انتقض قال الشافعي: أخبرنا مالك بن أنس عن عبد الله بن أبي بكر بن محمد بن عمر بن حزم أنه سمع عروة ابن الزبير يقول دخلت على مروان بن الحكم فتذاكرنا ما يكون منه الوضوء فقال مروان ومن مس الذكر الوضوء فقال عروة ما علمت ذلك فقال مروان أخبرتني بسرة ابنة صفوان أنها سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول إذا مس أحدكم ذكره فليتوضأ أخبرنا سليمان بن عمرو ومحمد بن عبد الله عن يزيد بن عبد الملك الهاشمي عن سعيد ابن أبي سعيد المقبري عن أبي هريرة عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال إذا أفضى أحدكم بيده إلى ذكره ليس بينه وبينه شيء فليتوضأ أخبرنا الشافعي قال أخبرنا عبد الله بن نافع وابن أبي فديك عن ابن أبي ذئب عن عقبة ابن عبد الرحمن عن محمد بن عبد الرحمن بو ثوبان أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال إذا أفضى أحدكم بيده إلى ذكره فليتوضأ وزاد ابن نافع فقال عن محمد بن عبد الرحمن بن وثوبان عن جابر بن عبد الله عن النبي صلى الله عليه وسلم وسمعت غير واحد من الحفاظ يرويه ولا يذكر فيه جابرا قال وإذا أفضى الرجل ببطن كفه إلى ذكره ليس بيهما وبينه ستر وجب عليه الوضوء قل وسواء كان عامدا أو غير عامد لأن كل ما أوجب الوضوء بالعمد أوجبه بغير العمد قال وسواء قليل ما ماس ذكره وكثيره وكذلك لو مس دبره أو مس قبل امرأته أو دبرها أو مس ذلك من صبي أوجب عليه الوضوء فإن مس أنثيته أو أليتيه أو ركبتيه ولم يمس ذكره لم يجب عليه الوضوء وسواء مس ذلك من حي أو ميت وإن مس شيئا من هذا من بهيمة لم يجب عليه وضوء من قبل أن الآدميين لهم حرمة وعليهم تعبد وليس للبهائم ولا فيها مثلها وما ماس من محرم من رطب دم أو قيح أو غيره غسل ما ماس منه ولم يجب عليه وضوء وإن مس ذكره بظهر كفه أو ذراعه أو شيء غيره بطن كفه لم يجب عليه الوضوء فإن قال قائل فما فرق بين ما وصفت قيل الإفضاء باليد إنما هو ببطنها كما تقول أفضى بيده مبايعا وأفضى بيده إلى الأرض ساجدا أو إلى ركبتيه راكعا فإذا كان النبي صلى الله عليه وسلم إنما أمر بالوضوء منه إذا أفضى به إلى ذكره فمعلوم أن ذكره يماس فخذيه وما قارب من ذلك من جسده فلا يوجب ذلك عليه بولالة السنة وضوءا فكل ما جاوز بطن الكف كما ماس ذكره مما وصفت وإذا كان مماستان توجب بأحدهما ولا توجب بالأخرى وضوءا كان القياس على أن لا يجب وضوء مما لم يمسا لأن سنة رسول الله صلى الله عليه وسلم تدل على أن ما ماس ما هو إنجس من الذكر لا يتوضأ أخبرنا سفيان عن هشام عن فاطمة عن أسماء قالت سألت رسول الله صلى الله عليه وسلم عن دم الحيض يصيب الثوب قال حتيه ثم اقرصيه بالماء ثم رشيه وصلي فيه قال الشافعي: وإذا أمر رسول الله صلى الله عليه وسلم بدم الحيض أن يغسل باليد ولم يأمر بالوضوء منه فالدم أنجس من الذكر قال وكل ما ماس من نجس قياسا عليه بأن لا يكون منه وضوء وإذا كان هذا في النجس فما ليس بنجس أولى أن لا يوجب وضوءا إلا ما جاء فيه الخبر بعينه قال وإذا ماس نجسا رطبا أو نجسا يابسا وهو رطب وجب عليه أن يغسل ما ماسه منه وما ماسه من نجس ليس برطب وليس ما ماس منه رطبا لم يجب عليه غسله ويطرحه عنه
أخبرنا مسلم عن ابن جريج عن عطاء قال إن الريح لتسفى علينا الروث والخرء اليابس فيصيب وجوهنا وثيابنا فننفضه أو قال فنمسحه ثم لا نتوضأ ولا نغسلهقال الشافعي: وكل ما قلت يوجب الوضوء على الرجل في ذكره أوجب على المرأة إذا مست فرجها أو مست ذلك من زوجها كالرجل لا يختلفان أخبرنا القاسم بن عبيدالله بن عبد الله بن عمر قال الربيع أظنه عن عبيدالله ابن عمر عن القاسم عن عائشة قالت إذا مست المرأة فرجها توضأت قال وإذا مس الرجل ذكره بينه وبينه شيء ما كان إلا أنه غير مفض إليه لم يكن عليه وضوء فيه رق ما بينه وبينه أوصفق

Salajengna...

award ke tiga



Wah aku dapat award lagi nih dari sahabat omega, seneng banget rasanya. And award ini award yang ketiga yang telah kudapatkan, aku juag tidak lupa untuk mengucapkan terima kasih untuk sahabat omega yang telah memeberikan award yang sangat bagus ini kepadaku MAKASIH BANGET YA!!!

Award kali ini tampaknya lain dari award yang pernah sollonk terima. Award kali ini dapat dikategorikan award terbaik yang pernah harun terima karena mempunyai beberapa keunggulan.

1. Bersifat Internasional
2. Award ini bisa diberikan lagi kepada sobat blogger tanpa ada jumlah batasan
3. Aturannya tidak ketat (Tidak wajib untuk mengerjakan PR)
4. Award ini bisa menjadi backlink karena sobat yang diberi award harus mencantumkan nama, nama blog, URL blog kita.
5. Dengan award ini blog kita bisa terdaftar di BLoGGiSTa iNFo CoRNeR asal kita memberitahu posting awardnya.

Berikut aturan yang harus dijalankan penerima award (Copas dari http://www.omega24.co.cc/>sahabat omega)

1. Link the person who tagged you (Tautkan dengan orang yang men-tag kamu).
2. Copy the image above, the rules and the questionnaire in this post(Kopikan gambar di atas berikut aturan dan pertanyaan pada postingan ini).
3. Post this in one or all of your blogs (Posting award ini pada satu atau pada semua blog milik kamu).
4. Answer the four questions following these Rules (Jawab empat pertanyaan di bawah dengan mengikuti aturan yang ada).
5. Recruit at least seven (7) friends on your Blog Roll by sharing this with them (Rekrut sedikitnya tujuh orang teman yang ada pada Blog Roll kamu lalu berbagi award ini dengan mereka).
6. Come back to BLoGGiSTa iNFo CoRNeR (PLEASE DO NOT CHANGE THIS LINK) at http://bloggistame.blogspot.com and leave the URL of your Post in order for you/your Blog to be added to the Master List (Kunjungi BloGGiST INFo CoRNeR (Jangan ubah linknya) di http://bloggistame.blogspot.com dan tinggalkan URL blog kamu untuk ditambahkan ke Master List).
7. Have Fun! (Selamat bersenang-senang!)

Questions & Your Answers (Pertanyaan & Jawaban):

1. The person who tagged you (Orang yang me-tag kamu): omega 24
2. His/her site's title and url (Judul situs dan url-nya): omega 24 blog of the omega, http://www.omega24.co.cc//
3. Date when you were tagged (Tanggal ketika men-tag kamu): August 16, 2009
4. Persons you tagged (Orang-orang yang kamu tag atau beri award):

Dibawah ini adalah sobat blogger yg berhak menerima award. Tapi tidak menutup kemungkinan blog yang tidak tercantum di link list juga bisa dapat award kalau memang memenuhi kriteria.

1. SD Negeri Leuwimunding 3
2. kiyai ceret
3. ida
4. blog kuliner
5. 9w2phj

Salajengna...