Memelihara sarang burung wallet di menara masjid

Burung wallet jika sudah bertempat dengan di suatu tempat, dapat menghasilkan uang hingga jutaan rupiah. Bagaimana hukumnya memelihara burung walet yang sedang bersarang di menara masjid?

Jawaban :
Hukum memelihara burung walet tersebut di tafsil :
a. BOLEH, apabila menara tersebut tidak termasuk bagian masjid dan burung walet tidak mengotori masjid.
b. TIDAK BOLEH (HARAM), apabila menara tersebut termasuk masjid atau burung walet mengotori masjid.

Maroji :
1. Fathul Jawwad Hal 30 (Syarh Nadhom)
2. Asy Syarwani Juz III Hal. 483
3. Al-Iqna Juz I Hal. 215

1. والطـير ان نزلت فى مسجــد تركت * ولم يجب طردهـا من خوف ذرقـــته
وان به عشــشت فى عشهـا تـركـت * لفرخــها ولبـيض حال حضيـــنتــه
وهــكذاابن دقيـق العيــد صـــنــــفه * وقال هــم اجمعــوا واحكــم بصحــته
(قوله تركت) قال الناظــم لونــزل طير فى مسجــد حرم تنـــفيره وان عــلم أنــــه يبول فيــه ويــذرق ولايجــب تنحــــية فـراخــه من المسجــد ولاغـيره. (قوله وقــال هــم اجمعــوا) على جواز اقتـــناء الحمــام فى المساجــد واســـتدل بذالك على طـهارة بـول مايــؤكل لحـــمه (فــاحكم بصـحته) قـال المصنــف وغـيره ولـعله اراد بالاقــتـــناء انــها اذا عشــشت فى المسجــد تـركت ولم يجــب تـنـــفيرهــا من خـوف الذرق وامــاادخــالهـا قـصــدا وتـركهــا فى المسجــدفلا ينــبغى تجــويزه وان قلـــنا بطـهارة بـولها وذرقــها لان تــنزيــــة المسجــد من المستقـذرات الطاهــرات واجـب. اهـ (فتح الجـواد بشرح منظـومة ابن العمــاد ص. 30)
2. ولا بخــروج المـؤذن الراتــب الى مــنارة منفــصلة عن المسجــد لـكنـــها قـريـبة منه مبنــية له للاذن فى الاصـح لانـها مبنــية لاقــامة شـعائـر المسجــد معدودة من توابــعه. الى ان قــال..... وامــا بعـــيدة عن المسجــد بحــيث لا تــنسب اليـه عرفــا فيمـا يظــهر ثــم رأيـت من ضبـطه بـان تكـون خارجـة عن جـوار المسجـد وجـاره اربعون دارا من كل جـانب , وبعضـهـم ضبطـه بما جاوزحـريم المسجـد اومـبـنية لغيره الذى متصــلا به فيضر صعـودهـا مطلـقا بخـلاف المتصــل به لان المساجـد المـتلاصقـة حكمـها حـكم المسجـد الواحــد وامـا متصـلة بان يـكون بـابهــا فى المسجـد ورحـبته فلا يضـر صعـودهـا مطلـقـا . اهـ (الشـرواني جزء 3 ص. 483)
3. (فـرع) البــناء فى هواء المسجـد ان بنـى قـبل المسجـديـة فليــس له حكـم المسجـد وكـذا ان بنى مع المسجـديـة. امـا لو بنى بـعد المسجـد فله حكم المسجـد . اهـ (هـامش الاقـناع جزء 1 ص. 215)
(Hasil Bahtsul Masail di PP. MUS Sarang Rembang)

01.16 | Posted in | Read More »

Alat-Alat yang terbuat dari tulang bangkai yang masak

Bagaimana hukumnya alat-alat atau bejana yang terbuat dari tulang bangkai yang sudah dimasak ?

Jawaban :
Hukumnya najis, karena tulang bangkai itu secara dzatiyah adalah najis yang tidak dapat disucikan dengan cara apapun.

Penjelasan :
Adapun dalam pemakaiannya, maka ditafshil :
a. Apabila bejana tersebut kering dan dipakai untuk menampung benda kering, maka hukumnya boleh.
b. Apabila bejana itu basah atau kering dan dipakai untuk menampung air sedikit atau benda cair laiinya, maka hukumnya haram.
c. Bangkai yang dipakai untuk membuat bejana bukan berasal dari hewan najis mugholadzoh. Jika tidak, maka haram dipakai secara mutlaq. (Red)

Dasar Hukum :
1. Bujairomi Khothib Juz I hal. 106
2. Asy Syarqowi Juz I Hal. 125

1. (ويحــل اسـتعمـال كل اناء طاهر) الى ان قال..... و(خـرج) بالطاهر النجــس كالمـتخــذ من ميتــتة فيحــرم استعمــاله فيمـا ينجــس به كمــاء قليـــل ومائـع (قوله وبالطاهــر) اي وخــرج بالطاهــر النجــس اي غير المـغـلظة. امــا المـغلظة فيحــرم استعمــاله مطلــقا اهـ. (بجـيرمي على الخـطيب جزء 1 ص. 106)

“Halal menggunakan setiap wadah yang suci …Sebaliknya haram menggunakan setiap wadah najis, seperti wadah yang terbuat dari bangkai. Maka hukumnya haram memakai wadah yang terbuat dari bangkai untuk mewadahi air atau benda cair lainnya. Sebab wadah tersebut akan timbul kenajisannya jika bertemu dengan air atau benda cair. (kalau bukan dipakai untuk wadah air atau benda cair lainnya, maka hukumnya boleh, Red.)
Hukum tafshil tersebut jika bangkai yang dipakai bukan berasal dari bangkai hewan najis Mugholadzoh. Adapun bangkai dari hewan mugholadzoh, maka hukumnya haram secara mutlaq” (Bujairomi alal Khothib Juz I hal. 106)

2. ذكر ع ش. فيما لو تنجــس انــاء من عاج بنجــاسة مغـلظة وغسل سـبعا احـداهن بتراب طـهور انه يطـهر من النجــاسة المـغلظة على المعتمــد ولا يـطهر من النجـاسة الاصـلية لان العـاج نجــس بالاجمــاع . اهـ (الشرقــاوي جزء 1 ص. 125 )

“ Syekh Ali asy Syabromilisi menuturkan, apabila ada wadah yang terbuat dari tulang/gading gajah terkena najis Mugholadzoh kemudian dicuci 7 (tujuh) kali yang salah satunya dicampur dengan tanah yang suci, maka wadah tersebut menjadi suci dari najis mugholadzoh, demikian menurut pendapat yang kuat. Akan tetapi wadah tersebut tidak dapat menjadi suci dari najis asal, sebab dzatiyah tulang/gading gajah menurut kesepakatan ulama adalah najis. (Hasyiyah asy Syarqowi Juz I halaman 125)

(Hasil Bahtsul Masail PP. MUS Sarang Rembang)

01.08 | Posted in | Read More »

Air Yang terkena bahan kimia


maksih atas komennya ya insaallah akan saya jawab pada postingan kali ini jika alau jawaban saya salah saya mohon maaf karna saya adalah manusia yang tempat nya salah ( Al-Insanu mahalul Khoto) kata orang dulu tapi munbgkin benar ya he.....
baik lah akan saya jawab dengan ilmu yang saya punya tentunya dengan kemampuan saya sendiri he.......
Air yang sudah tercampur dengan bahan kimia itu sudah bercampur dengan racun karena namun bahan kimia juga ada yang dibutuhkan oleh manusia dan ada yang merugikan tapi imej orang mendengar bahan kimia itu kayanya racun padahal banyak kegunaan dari bahan kimia tersebut.
Nah bagaimana kalo air yang kita minum alias air mineral dicampur dengan bahan kimia dilihat dari proses pengolahan air minum rata-rata pake kaporit atau penjernih air lainya padahal air yang sehat adalah air yang masih alami yang belum di campur oleh bahan kimia contohnya air sumur atau mata air kita bisa langsung minum tapi menurut kesehatan itu air mentah dan tidak sehat bagi kehidupan.
Proses pembuatan air mineral itu yang saya tahu ada dua cara 1) dengan cara penyulingan dan 2) dengan dicampurnya bahan kimia.
kalo dengan penyulingan itu layak untuk diminum namun kalo dengan menambah bahan kimia terlalu banyak itu akan menyebabkan kanker....kita bisa merasakan air mana yang dari hasil penyulingan dengan yang menambahkan bahan kimia kalo air yang dengan cara menambahkan bahan kimia itu dari rasa dan bau udah kerasa ada bau bahan kimia tersebut namun kalo asli dengan penyulingan itu rasa dilidah enak dan tidak terasa pahit ketika kita minum jadi kalo rasa dan baunya itu asli dalam artian tidak ada aroma bahan kimia maka itu boleh untuk diminum namu kalausebaliknya maka janganlah diminum karena bisa menyebabkan kanker.....
saya minta maaf kalo saya so...tau mungkin berbagi pengalaman aja dengan sobat-sobat semua karena saya adalah manusia biasa yang tidak ada daya upaya.........segalanya kita serahkan pada yang kuasa...."inalillahi wainnailaihi rujiun" segala baerasal dari Allah maka kita juga akan kembali kepada Allah

13.03 | Posted in | Read More »

Hukum Pipa Air ledeng kemasukan najis

Bagaimana hukumnya air ledeng yang pipanya kemasukan najis?

Jawaban :
Apabila najis itu ikut mengalir, maka air satu jiryah (satu aliran) yang bersamaan dengan najis tersebut hukumnya najis, sedangkan aliran selanjutnya suci.
Apabila najis tersebut keras dan tidak ikut mengalir (menempel pada pipa), maka hukum air yang melewatinya adalah najis.

Keterangan :
1. Satu jiryah adalah satu gelombang air yang seukuran dengan besarnya lubang pipa tersebut.
2. Air tersebut dapat suci kembali apabila berkumpul menjadi dua qullah dan tidak berubah sifat-sifatnya.

Dasar Hukum:
Kasifatus Saja Halaman 22

اعلم ان المــاء الجــارى كالــراكد فيمـا مـرلـكن الـعبرة فى الـجارى نـفسـها لامـجمـوع الـماء. فان الجــارية مـتـفاصـلة حـكمــا وان اتـصـلت فى الحـس لان كـل جـرية طالــبة لما قـبـلـها هاربــة عـما بعــدها. فان كانت الجــرية وهي الدفــعة التى بين حافــتي الـنهـر فى الـعرض دون الـقـلـتين تنــجس بمـلاقة النجــاسة ســواء تـغـير ام لا, ويــكون محــل تلك الجــرية من النـهر نجــسا ويطـهر بالجــرية بـعدهـا ويـكون فى حـكم غسالة النجــاسة حـتى اذا كانـت مـغـلظة فلا بد من ســبع جـريات عليــها ومن التـرتب أيضـا فى غـير الارض الـترابية. هـذا فى نجـاسة تجــري فى المــاء, فان كانت جــامدة واقـفة فذالك المــحل نجــس وكل جـرية تمــر بـها نجـــسة الى ان يجتــمع قـلـــتان مـنه فى موضـع كفــسقية مــثلا فحــينـئذ هو طـهور اذا لم يتــغير بـها . اهـ

“Ketahuilah bahwa hukum air tenang sama dengan air mengalir. Akan tetapi yang dihitung dari air mengalir adalah air itu sendiri bukan air setelah dikumpulkan. Hal ini, karena air mengalir secara hukum saling berpisah antara aliran satu dengan lainnya, walaupun secara kenyataan air itu bersambung, karena setiap satu aliran air membutuhkan aliran sebelumnya dan terpisah dengan aliran berikutnya.
Apabila satu gelombang air yang memenuhi diantara dua sisi sungai (misalnya) itu kurang dari 2 (dua) qullah, maka satu aliran air tersebut menjadi najis jika bertemu dengan najis, baik sifat-sifat airnya berubah ataupun tidak. Begitupun tempat jatuhnya najis menjadi najis. Dan bisa menjadi suci kembali oleh aliran air berikutnya. Sehingga apabila yang jatuh tersebut berupa najis mugholladzoh, maka diperlukan 7 (tujuh) gelombang air yang mengalirinya yang salah satunya dicampuri tanah, jika tempat mengalirnya air tersebut tidak mengandung tanah.
Hukum tersebut berlaku pada najis yang ikut mengalir dengan aliran air. Sedangkan apabila najis itu tidak ikut mengalir dengan aliran air, artinya tetap menempel pada tempatnya, maka tempat yang ditempeli najis tersebut menjadi najis dan air yang melewati najis tersebut menjadi najis. Namun air tersebut dapat suci kembali, manakala sudah berkumpul menjadi 2 (dua) qullah atau lebih pada suatu tempat, misalnya pada pancuran dan sifat-sifatnya tidak mengalami perubahan”. (Kasifatus Saja Halaman 22)

(Hasil Bahtsul Masail di PP. MUS. Sarang Rembang)

20.22 | Posted in | Read More »

Air Keruh Menjadi Jernih setelah dberi obat

Apakah suci dan mensucikan (Thahir Muthohir) air keruh yang sudah berubah warna dan rasanya, setelah diberi kaporit atau obat sejenisnya menjadi jernih/tawar kembali, misalnya air PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum).

Jawaban :
Pada prinsipnya air tersebut termasuk Suci Mensucikan (Thohir Muthohir), karena proses kimiawinya tidak merubah sifat-sifat air mutlaq, selama perubahannya tidak terlalu berat.

Penjelasan :
Air keruh itu pada asalnya adalah air jernih/air mutlaq yang hukumnya Suci Mensucikan (thohir Muthohir). Kemudian karena tercampur dengan benda kotor atau benda najis, maka berubah menjadi keruh/kotor atau najis. Hukum air seperti ini akan berubah menjadi air suci tetapi tidak mensucikan (Thohir Ghoiru Muthohhir) jika warna, rasa dan baunya berubah banyak atau bahkan menjadi air najis.
Air semacam ini dapat menjadi suci kembali (thohir Muthohir) dengan cara diproses agar warna, bau dan rasa air kembali seperti semula. Salah satunya adalah dengan cara disuling atau diberi benda lain yang suci (Red).

Dasar Hukum :
1. I’anatuth Thalibin Juz I Hal. 30
2. Hasyiyah Al-Bajuri Juz I hal. 31
3. Nihayatul Muhtaz Juz I hal. 56

1. ولايــضر تغــير لايمــنع الاسم لــقـلته ولو احتمــالا بــأن شك اهو كـثير أوقـليل (اعانة الطالــبين جزء 1 ص. 30)
“ Perubahan air akibat tercampur dengan benda suci tidak akan menjadikan air tersebut hilang kesuciannya, jika perubahannya sedikit yang tidak menghilangkan sifat-sifat air mutlaq. Perubahan sedikit itu, baik secara nyata ataupun dikira-kira saja, misalnya ketika ragu apakah perubahan itu banyak atau sedikit”. (I’anatuth Thalibin Juz I Hal. 30)
2. (قوله تــغـيرا) اي كــثيرا كمااشـار الــيه بــقولــه يمـنع اطـلاق اسم المــاء علــيه فـانـه يمنــع ذلك لكــثرتــه بحـيث يــقــول كل من راه هــذا ليس مـاء فان كان الـتغــير قليــلا بحــيث لا يمـنع اطـلاق اسم المــاء علــيه لم يـضر كـما ســيذكـره الشـارح. وكــذا ولو شــك هل التـغـير كـثير أو قلــيل فانه لايـضر لانــا لانســلب الطــهوريـة بالشك (حـاشية الباجــوري جـزء 1 ص.31)
“Air Mutlaq berubah status hukumnya menjadi tidak mensucikan, jika dicampuri benda suci yang mengakibatkan sifat-sifat air tersebut berubah banyak dan hilangnya nama air mutlaq, sehingga setiap orang yang melihatnya akan mengatakan : “ini bukan air”.
Lain halnya, jika sifat-sifat air tersebut hanya berubah sedikit yang tidak menghilangkan nama air mutlaq, maka tetap dihukumi air Suci dan mensucikan. Begitupun halnya jika ragu, apakah perubahan itu banyak atau sedikit. Sebab kita tidak dapat menghilangkan hukum air suci hanya karena keraguan” (Hasyiyah al-Bajuri Juz I hal. 31)

3. (فالمـتغـير بمـستغــنى عـنه) طاهر مخالـط (كزعـفران تغــيرا يمـنع اطـلاق اسم المــاءغــير طـهور ) بان يحـــدث له بسـبب ذلك اسم اخــرويــزول بـه وصف الاطــلاق. ( نــهايـة المحــتاج جــزء 1 ص. 56 )
“Air yang berubah karena tercampur dengan benda suci yang bukan bagian dari air tersebut, seperti tercampur dengan minyak za’faron, maka dihukumi tidak suci mensucikan. Hal tersebut, jika perubahannya dapat menghilangkan nama air mutlaq, seperti munculnya nama baru bagi air tersebut (misalnya, tadinya air kolam menjadi air sabun, karena tercampur sabun yang sangat banyak)” (Nihayatul Muhtaj Juz I hal, 56)

(Hasil Bahtsul Masail PP. Raudlatuth Thalibin Tanggir Tuban dan MMPP di PP. Mojosari Brebek Nganjuk. Begitu juga hasil Muktamar NU di Ponpes Al-Munawwir Jogjakarta Tahun 1989)

20.12 | Posted in | Read More »

Blog Archive

Labels

Photobucket
English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
widgets by : Blog Pendidikan

Recently Added