Keterampilan Mengajar Kelompok kecil dan Perorangan

Pada dasarnya, siswa mempunyai karakteristik yang sangat berbeda satu dengan lainnya. Untuk melayani perbedaan ini, diperlukan variasi pengorganisasian kegiatan klasikal, kelompok kecil, dan perorangan.
Pengajaran kelompok kecil dan perorangan hanya mungkin terwujud jika terpenuhi syarat-syarat berikut.
1) Ada hubungan yang sehat dan akrab antara guru-siswa dan antar siswa.
2) Siswa belajar dengan kecepatan, kemampuan, cara, dan minat sendiri.
3) Siswa mendapat bentuan sesuai dengan kebutuhannya
4) Siswa dilibatkandalam perencanaan belajar
5) Guru dapat memainkan berbagai peran.
Pengorganisasian kegiatan klasikal, klompok kecil, dan perorangan dapat dibuat dengan berbagai variasi, sesuai dengan topik/tujuan, kemempuan siswa, serta waktu dan fasilitas yang ada.
Agar dapat mengelola kegiatan kelompok kecil dan perorangan, guru harus menguasai empat kelompok komponen keterampilan sebagai berikut.
1) Keterampilan mengadakan pendekatan secara pribadi.
2) Keterampilan mengorganisasikan.
3) Keterampilan membimbing dan memudahkan balajar
4) Keterampilan merencanakan dan melakukan kegiatan pembelajaran.
Agar pengajaran kelompok kecil dan perorangan dapat berlangsung secara efektif, guru harus memperhatikan berbagai hal berikut ini :
1) Tidak semua topik dapat di sajikan dalam format kelompok kecil dan perorangan
2) Lakukan pengajaran kelompok kecil dan perorangan secara bertahap.
3) Pengorganisasian siswa, sumber/materi, ruangan dan waktu harus dilakukan secara cermat
4) Kegiatan harus diakhiri dengan kulminasi yang memungkinkan siswa saling belajar
5) Guru harus mengenal siswa secara pribadi

23.50 | Posted in | Read More »

Keterampilan Mengelola Kelas

 Oleh : Istiadah, S.PdI
Pengelolan kelas pada dasarnya adalah pengaturan orang dan barang yang memungkinkan terciptanya dan terpeliharanya kondisi belajar yang optimal. Kondisi belajar yang optimal sangat menentukan berhasilnya kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, guru perlu menguasai keterampilan untuk menciptakan kondisi yang optimal tersebut.
Kegiatan pembelajaran dapat dibedakan menjadi dua masalah, yaitu masalah instruksional dan masalah pengelolaan. Guru harus dapat membedakan kedua masalah tersebut agar dapat menanganinya secara tepat. Masalah instruksional harus diselesaikan secara instruksional.
Komponen keterampilan mengelola kelas terdiri dari keterampilan yang bersifat preventif dan keterampilan yang bersifat represif. Keterampilan yang bersifat preventip berkaitan dengan usuha mencegah terjadinya gangguan, yang dapat ditunjukan dengan :
1) Sikap tanggap;
2) Membagi perhatian;
3) Memusatkan perhatian kelompok;
4) Memberikan petunjuk yang jelas;
5) Menegur;
6) Memberi penguatan;
Keterampilan yang bersifat revresif, berkaitan dengan usaha mengatasi gangguan yang muncul, yang dapat dilakukan melalui tiga pendekatan berikut.
1) Modifikasi tingkah laku, yang mencakup:
- Meningkatkan tingkah laku yang diharapkan;
- Mengajarkan tingkah laku baru, dan
- Mengurangi/menghilangkan tingkah laku yang tidak diharapkan.
2) Pengelolaan kelompok, yang menekankan pada pemecahan masalah melalui diskusi kelompok.
3) Menemukan dan memecahkan tingkah laku yang menimbulkan masalah.
Agar dapat mengelola kelas secara efektif guru harus memperhatikan beberapa hal disamping harus menghindari sejumlah perilaku yang dianggap mudah menimbulkan gangguan.

23.42 | Posted in | Read More »

HDD WD Caviar Blue SATA 160GB

langsung aja pada postingan kali ini aku akan membahas tentang HDD WD Caviar Blue SATA 160GB untuk mereview dari produk alnect.net

HDD PC keluaran Western Digital (WD) dengan koneksi Serial-ATA (SATA), memiliki cache 8MB menawarkan kinerja dan performa penuh dari sebuah Hard Disk yang berkualitas tinggi. HDD berisi piringan solid yang berputar dengan kecepatan 7200RPM ini cocok untuk keperluan penyimpanan data-data penting atau sebagai tambahan ruang penyimpanan data kedua (secondary) Anda.
Jadi tunggu apa lagi?? Masih mikir atau belum punya biaya yang cukup?? Tenang Alnect Komputer juga berbaik hati menawarkan HDD WD Caviar Blue SATA 160GB. Tapi ada syaratnya….anda tertarik! Oke baca lagi donk.

alnect komputer mengadakan Kontes Blog syaratnya gampang gak ribet, nih baca lagi!
1. Buat Review tentang produk-produk yang telah tersedia di Toko online kami, Alnect Webstore di blog anda.
2. Baca Syarat dan Ketentuanog berlaku
3. Daftar dan submit blog anda di sini
4. Tempel Tiket di halaman blog review anda
5. Submit URL anda sehingga dapat memberitahu kami dimana anda meletakkan halaman review anda
6. Lihat contoh panduan review, penempelan tiket di blog Di Sini

01.38 | Posted in | Read More »

AWARD PERTAMA

wah ini adalah award pertamaku dari sobat Zatya baja item makasih ya mudah-mudahan awrad yang sobat berikan bermanfaat bagi saya.amin
ini adalah Award Multi Level Backlink, yang mana cara mainya seperti kebanyakan Multi level yang ada ( hmmm..., bener gak ya...? ).

< center>< img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQ54Kb9vDTSRVMedfvYqFKfwHOFuzoY_2mqcdEj_8SpHvbPqBkqN2_CtE7-e9XjHpd0hbZ8n4m1uOfsIjBWM8zRPHWxtsRNGxHEpP2lS822_xNPpxf5WU_LRZJzPD9ijrkQN8Q-Fs7RCk/s320/award-conan-1.jpg" height="200" width="200" /></center>

Silahkan KOPAS Kode diatas
Aturan bagi penerima Award ini ( jika mau ikuti ya caranya buat bagi2 ke lainya ).

1. Penerima harus menempatkan Link pemberi Award pada posisi pertama ( bedakan dengan warna seperti contoh ).
2. Penerima harus membuat posting setelah menerima Award ini ( kalau sempet aja boleh kok ). . yang penting dipasang, kalo gak ntar kena jitakan Sinchan loh..
3. Pada posting Award ini, harus menyebutkan nama pemberi Award ( jangan lupa Link-nya ya ).
4. Harus mengabarkan kepada pemberi Award kalau Award-nya sudah di ambil ( kalau bisa jadi Follower sekalian, OK ).
5. Sering - sering Blogwalking ke pemberi Award dan Blogwalking juga ke penerima Award ya ( kalau ada waktu ).
6. Cukup lima aturan aja bagi yang menerima Award (^_^)

Ini dia 9 penerima Award selain pemberinya :
1. Zatya Baja Item

Saya bertujuan membagi-bagikan award karena saya pengen sodara-sodara blogger tetep jaga solidaritas.
Bagi penerima Award, kalau mau copy paste aja post ini, biar gampang mostingnya.
Oya..jika sudah mengambil, silahkan tinggalkan comment di bawah ya!!OK

20.20 | Posted in | Read More »

KETERAMPILAN MENGADAKAN VARIASI

Variasi adalah keanekaragaman yang membuat sesuatu tidak monoton, variasi dalam bentuk pembelajaran bertujuan untuk:
1) Menghilangkan kebosanan siswa dalam belajar
2) Meningkatkan motipasi siswa
3) Mengembangkan keingintauan siswa
4) Mlayani gaya belajar siswa yang berfariatip
5) Meningkatkankadar keaktifan siswa
Variasi dalam kegiatan pembelajaran dapat dikelompokan menjadi tiga, yaitu:
1) Variasi dalam gaya mengajar
a) Variasi suara
- Dari besar ke kecil
- Dari tinggi ke rendah
- Dari cepat ke lambat
- Dari nada sedih ke nada gembira
- Dengan memberikan tekanan tertentu pada kalimat yang dituju
b) Pemusatan perhatian
c) Kesenyapan
d) Mengadakan kontak pandang
e) Gerakan badan dan mimic
- Ekspresi wajah
(1) Tersenyum
(2) Mengerutkan kening
(3) Mengengkat alis
(4) Cemberut
(5) Tertawa
- Gerakan kepala
(1) Menggeleng
(2) Mengangguk
(3) Menunduk
- Gerakan bahu
- Gerakan badan secara keseluruhan
(1) Berdiri kaku
(2) Bersikap santai
(3) Gerak mendekati atau menjauhi
- Gerakan tangan
(1) Mengangkat tangan
(2) Mengacungkan Ibu jari
(3) Bertepuk tangan
- Perubahan dalam posisi guru
Yaitu dengan cara berpindah-pindah dan tidak terpaku pada satu posisi
2) Variasi pola interaksi dan kegiatan
Dilihatpengorganisasiann siswa, pola interaksi dapat dibedakan atas:
1) Kegiatan klasikal
2) Kegiatan kelompok kecil
3) Kegiatan berpasangan
4) Kegiatan perorangan
3) Variasi penggunaan alat Bantu
Dalam mengadakan variasi, guru perlu mengingat prinsif-prinsif penggunaannya yang meliputi:
1) Kesesuaian
2) Kewajaran
3) Kelancaran dan kesinambungan
4) Perencanaan alat bantu yang memerlukan penyusunan khusus

18.58 | Posted in | Read More »

KETERAMPILAN BERTANYA


Keterampilan bertanya merupakan keterampilan yang bersifat mendasar yang dipersyaratkan bagi penguasaan keterampilan berikutnya. Untuk dapat menguasai keterampilan memberi penguatan kita dituntut sudah menguasai keterampilan bertanya dengan kata lain kita tidak mungkin menguasai keterampilan member penguatan apabila kita belum menguasai keterampilan bertanya.
Ada empat alasan mengapa seorang guru perlu menguasai keterampilan bertanya, yaitu:
1) Guru cenderung mendominasi kelas dengan ceramah
2) Siswa belum terbiasa mengajukan pertanyaan
3) Siswa harus dilibatkan secara mental-intelektual dengan maksimal
4) Adanya anggapan bahwa pertanyaan hanya berfungsi untuk menguji pemahaman siswa
Pertanyaan yang baik mempunyai berbagai fungsi, antara lain:
1) Mendorong siswa untuk berfikir
2) Meningkatkan keterlibatan siswa
3) Merangsang siswa untuk mengajukan pertanyaan
4) Mendiagnosis kelemahan siswa
5) Memusatkan perhatian siswa pada satu masalah
6) Membantu siswa mengungkapkan pendapat dengan bahasa yang baik
Pada dasarnya keterampilan bertanya dapat dikelompokan menjadi dua bagian besar, yaitu keterampilan bertanya dasar dan keterampilan bertanya lanjutan.
Keterampilan bertanya dasar terdiri atas komponen-komponen :
1) Pengajuan pertanyaan secara jelas dan singkat
2) Pemberian acuan
3) Pemusatan
4) Pemindahan giliran
5) Penyebaran
6) Pemberian waktu berfikir
7) Pemberian tuntutan
Sedangkan keterampilan bertanya lanjut terdiri dari komponen :
1) Pengubah tuntutan kognitif dalam menjawab pertanyaan
2) Pengatur urutan pertanyaan
3) Penggunaan pertanyaan pelacak
4) Peningkatan terjadinya interaksi
Dalam menerapkan keterampilan bertanya dasar dan lanjutan, seorang guru perlu memperhatikan prinsip-prinsip berikut :
1) Kehangatan dan keantusiasan
2) Menghindari kebiasaan mengulang pertanyaan sendiri, menjawab pertanyaan sendiri,
3) menjawab pertanyaan sendiri, mengajukan pertanyaan yang mengundang jawaban serempak, mengulangi jawaban siswa, mengajukan pertanyaan ganda.
4) Dan menunjuk siswa sebelum mengajukan pertanyaan
5) Waktu berfikir yang diberikan untuk pertanyaan tingkat lanjut lebih banyak dari yang diberikan untuk pertanyaan tingkat dasar
6) Pertanyaan pokok harus disusun terlebih dahuli, kemudian dinilai sesudah seselai mengajar

18.45 | Posted in | Read More »

PERAN GURU DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR

 Oleh : Istiadah, S.PdI
Pemahaman seorang guru terhadap pengertian belajar mengajar akan mempengaruhi perencanaan dan pelaksanaan PBM. Sedangkan pandangan tentang belajar mengajar itu sendiri terus berkembang sejalan dengan tuntutan perkembangan IPTEK. Karena itu penulis akan mengemukakan beberapa pengertian tentang istilah belajar dan mengajar menurut para ahli pendidikan.
a. Definisi belajar
W.H. Burton, sebagaimana yang dikutip oleh Uzer Usman dalam bukunya “upaya optimalisasi kegiatan belajar mengajar” mendefinisikan belajar sebagai perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya interaksi antara individu dengan individu dan individu dengan lingkungannya sehingga mereka lebih mampu berinteraksi dengan lingkungannya. Ernest R. Hilgord berpendapat bahwa belajar adalah suatu proses dimana di timbulkan atau diubahnya suatu kegiatan karena mereaksi suatu keadaan. Perubahan itu tidak disebabkan oleh proses pertumbuhan (kematangan) atau keadaan organisme yang sementara seperti kelelahan atau karena pengaruh obat – obatan. Sedangkan H.C. Witherington mengemukakan bahwa belajar adalah suatu perubahan di dalam kepribadian yang menyatakan diri sebagai suatu pola baru dari reaksi yang berupa kecakapan, sikap, kebiasaan kepribadian atau suatu pengertian. Senada dengan pernyataan Witherington, Crow dan Crow mendefinisikan bahwa belajar adalah perubahan individu dalam kebiasaan, sikap dan pengetahuan.
Sedangan Nana Sudjana mendefinisikan bahwa belajar merupakan suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang yang bisa berupa berubah pengetahuannya, sikappun bertingkah lakunya, ketrampilannya, kecakapan dan kemampuannya, daya reaksinya, daya penerimaannya dan aspek – aspek lain yang ada pada diri individu.
Slameto mendifinisikan belajar sebagai suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dgnlingkungannya.
Definisi – definisi belajar yang dikemukakan oleh para ahli tersebut selalu melibatkan perubahan di dalam individu yang belajar. Akan tetapi sebagaimana pernyataan Hilgard, bahwa tidak setiap perubahan dalam arti belajar. Perubahan yang semata – mata karena kematangan atau pertumbuhan, dan perubahan – perubahan yang bersifat sementara, misalnya akibat dari penyakit, kelelahan, kelaparan dan lain – lain tidaklah termasuk perubahan dalam belajar.
b. Definisi mengajar
Mula – mula mengajar diartikan sebagai penyampaian sejumlah pengetahuan karena pandangan yang seperti ini, maka guru dipandang sebagai sumber pengetahuan dan siswa dianggap tidak mengerti apa – apa. Pengertian ini sejalan dengan pandangan Jerome S. Brunner yang berpendapat bahwa mengajar adalah menyajikan ide, problem atau pengetahuan dalam bentuk yang sederhana sehingga dapat dipahami oleh siswa.
Pandangan seperti ini kini mulai ditinggalkan. Orang mulai beralih ke pandangan bahwa mengajar tidaklah sekedar menyampaikan ilmu pengetahuan, melainkan berusaha membuat suatu situasi lingkungan yang memungkinkan siswa untuk belajar. Para ahli pendidikan yang sejalan dengan pendapat tersebut antara lain : Nasution, yang merumuskan bahwa mengajar adalah suatu aktivitas mengorganisasi atau mengatur lingkungan sebaik – baiknya dan menghubungkan dengan anak, sehingga terjadilahproses belajar mengajar. Berikutnya adalah Tyson dan Caroll yang menyatakan bahwa mengajar adalah sebuah cara dan sebuah proses hubungan timbal balik antara guru dengan siswa yang sama – sama aktif melakukan kegiatan. Sedangkan Tordif berpendapat bahwa mengajar adalah perbuatan yang dilakukan oleh seseorang (guru) dengan tujuan membantu dan memudahkan orang lain (siswa) untuk melakukan kegiatan belajar. Adapun konsep baru tentang mengajar menyatakan bahwa mengajar adalah membina siswa bagaimana belajar, bagaimana berfikir dan bagaimana menyelidiki.
Berdasarkan uraian diatas dapat dipahami bahwa aktivitas yang sangat menonjol dalam pengajaran ada pada siswa. Namun, bukan berarti peran guru tersisihkan, tetapi diubah, kalau guru dianggap sebagai sumber pengetahuan, sehingga guru selalu aktif dan siswa selalu pasif dalam kegiatan belajar mengajar. Guru adalah seorang pemandu dan pendorong agar siswa belajar secara aktif dan kreatif.
c. Definisi proses belajar mengajar
Proses belajar merupakan inti dari proses pendidikan formal di sekolah. Syamsuddin Makmur menyatakan bahwa proses belajar mengajar adalah suatu interaksi antara siswa dengan guru dalam rangka mencapai tujuannya. Pernyataan senada dikemukakan oleh Suryabrata yang mengemukakan bahwa peaksanaan PBM dapat disimpulkan bahwa pelajaran kepada siswa untuk mencapai tujuan pengajaran Sedangkan Muhibbin Syah menyatakan : pada umumnya para ahli sependapat bahwa yang disebut dengan PBM adalah sebuah kegiatan integral (utuh terpadu) antara siswa sebagai pelajar yang sedang belajar dengan guru sebagai pengajar yang sedang mengajar.
Adapun definisi PBM pendidikan agama di kemukakan oleh Muhaimin yang berkesimpulan bahwa PBM pendidikan agama merupakan suatu proses yang mengakibatkan beberapa perubahan yang relative menetap dalam tingkah laku seseorang sesuai dengan taksonomi tujuan pendidikan agama yang meiputi aspek kognitif, afektif dan prikomotorik.
Menurut penulis, definisi yang dikemukakan oleh Muhaimin diatas belum lengkap, karena dalam finisnya ia tidak menjelaskan jenis proses kegiatan apakah yang mengakibatkan perubahan itu terjadi ? Dan dilakukan oleh siapa sajakah kegiatan itu ? Penulis berkesimpulan bahwa yang dimaksud dengan PBM pendidikan Agama Islam adalah suatu proses kegiatan yang di dalamnya terjadi interaksi antara guru dengan siswa dan mungkin juga antara siswa dengan siswa dalam rangka menyampaikan baha pelajaran pendidikan agama Islam kdp siswa untuk mencapai tujuan pengajaran pendidikan agama Islam yang meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotorik.

01.45 | Posted in | Read More »

VIRUS TROJAN

Virus Trojan atau Trojan Horse mungkin sudah pada sering dengar atau pernah melihat antivirus komputer kita mendeteksi virus yang diidentifikasi sebagai virus Trojan. Mungkin ada yang mengira trojan adalah nama suatu virus komputer layaknya seperti nama-nama virus komputer lain misalnya virus kangen, virus Brontok dan lain-lain.
Trojan Horse atau bisa disebut Trojan sebenarnya adalah suatu jenis/golongan virus bukan nama suatu virus. Istilah Trojan Horse diambil dari legenda Yunani Kuno yaitu kisah Trojan War atau Perang Troya/Troy.
Kisahnya begini, (ndongeng dulu) :

Alkisah Putra Mahkota Kerajaan Troya yang bernama Paris terlibat perselingkuhan dengan Helen istri pejabat di Yunani. Hal itu membuat pihak kerajaan Yunani marah dan menyerang kerajaan Troya. Namun benteng pertahanan Troya kuat sekali dikepung 10 tahun tidak juga menyerah.
Pasukan Yunani yang sudah putus asa akhirnya menggunakan taktik licik, mereka pura-pura meninggalkan kota Troya dan bersembunyi di balik bukit, namun mereka meninggalkan patung kuda besar dari kayu yang diisi dengan pasukan elit Yunani.
Penduduk Troya bersukaria mengetahui pasukan Yunani sudah mundur, dan patung kuda yang bagus peninggalan pasukan Yunani itu diarak masuk kota Troya.
Pada malam hari saat penduduk dan pasukan Troya terlelap maka pasukan elit di dalam patung kuda troya keluar, sebagian membukakan gerbang untuk pasukan Yunani yang bersembunyi di luar gerbang, sebagian menyerang obyek-obyek vital kerajaan Troya. Maka hancurlah kerajaan Troya.
Nah, karena ada virus komputer mempunyai karakter yang mirip kisah Kuda Troya/ Trojan Horse maka beberapa virus tersebut digolongkan menjadi virus Trojan Horse.
Virus Trojan adalah program yang terdiri dari 2 bagian yaitu: program yang disusupkan ke komputer korban dengan segala tipu daya, dan yang satunya program yang dijalankan komputer hacker.
Jika hacker berhasil menyusupkan program ke komputer korban, maka hacker bisa mengintai dan mengendalikan (me-remote) aktivitas komputer korban dari komputer hacker.
Virus Trojan sangat berbahaya bagi pengguna komputer yang tersambung jaringan komputer atau internet, karena bisa jadi hacker bisa mencuri data-data sensitif misalnya password email, internet banking, paypal, e-gold,kartu kredit dan lain-lain. Jika anda sering melakukan aktifitas keuangan online maka harus dipastikan bahwa komputer anda aman bebas dari virus.
Untuk mencegah dan menghapus virus Trojan pastikan anda memasang antivirus yang selalu ter-update, mengaktifkan Firewall baik bawaan dari Windows atau dari luar juga mengurangi resiko komputer kita diintai atau dikendalikan dari komputer lain.
Selalu waspadalah jika komputer anda mengalami sesuatu kejanggalan, seandainya antivirus tidak mampu menanggulangi virus, format saja komputer dan install ulang sistem operasi dan sofware-sofwarenya. Hindari penggunaan sofware ilegal/bajakan karena sering tanpa kita sadari software itu disusupi virus Trojan.


22.27 | Posted in | Read More »

STRATEGI BELAJAR MENGAJAR

Di dalam proses belajar mengajar guru menggunakan strategi belajar mengajar yang inovatif, strategi adalah upaya untuk mencapai tujuan, jadi strategi belajar mengajar adalah usaha yang dilakukan guru untuk mencapai tujuan pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar. Rendahnya pendidikan nasional menurut saya karena tenaga pengajar yang tidak sepenuh hati menjadi guru. Kesadaran untuk memajukan pendidikan amat rendah akibatnya guru menggunakan strategi belajar mengajar yang buruk seperti CBSA (catat buku sampai habis), atau sistem KTGP (kasi tugas guru pulang ).
Guru yang baik adalah melihat anak didik sebagai individu yang harus dihormati dan dihargai, selaku insan manusia ia patut untuk dididik dengan semestinya maka dari itu hargai dia dengan membebaskan anak didik untuk berbicara atau berpendapat setelah itu bebaskan ia dari kursi dan meja yang memborgolnya dengan mengatur tata kelas yang membuatnya bebas dalam mengeluarkan potensinya serta memberikan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan oleh anak didik.
Guru menyadari bahwa setiap anak didik berbeda-beda dan unik maka strategi belajar mengajar (SBM) harus bertuju kepada anak didik. Sangat sulit untuk menerapkan SBM yang tepat untuk setiap anak pada kelas. Karena itu guru harus mempelajari proses perkembangan dan pertumbuhan fisik dan psikis anak didik secara umum. Maka guru harus berpedoman psikologi perkembangan anak dalam menyusun KBM
Aspek lain bagaimana supaya belajar dapat membangkitkan semangat siswa dalam belajar adalah menjelaskan tujuan, dengan penjelasan ini anak dibebaskan menentukan pilihan dengan cara apa dia mencapai tujuan tersebut selain itu anak dapat mengetahui manfaat pembelajaran dan proses belajar mengajar lebih terfokus.
Ada beberapa indikasi suatu proses pembelajaran dianggap lancar adalah tidak terjadi pengulangan, adanya prestasi yang tinggi, dan pemakaian waktu sesuai dengan rencana.
Adapun beberapa aspek lain yang harus dipikirkan dalam memilih strategi belajar mengajar yakni:
1. Berpusat pada anak untuk aktif
2. Keadaan anak didik ( mood, kondisi, kesehatan, usia anak didik, bakat, minat, dan lain-lain)
3. Materi (materi ajar, bobot materi)
4. Standar kompetensi dan kompetensi dasar


23.26 | Posted in | Read More »

ماء النصراني والوضوء منه

قال الشافعي: أخبرنا سفيان بن عيينة عن زيد بن أسلم عن أبيه أن عمر بن الخطاب توضأ من ماء نصرانية في جرة نصراينة قال الشافعي: ولا بأس بالوضوء من ماء المشرك وبفضل وضوئه ما لم يعلم فيه نجاسة لأن للماء طهارة عند من كان وحيث كان حتى تعلم نجاسة خالطته
باب الآنية التي يتوضأ فيها ولا يتوضأ قال الشافعي: أخبرنا مالك عن ابن شهاب عن عبيد الله بن عبد الله عن ابن عباس أنه قال مر النبي صلى الله عليه وسلم بشاة ميتة قد كان أعطاها مولاة لميمونة زوج النبي صلى الله عليه وسلم قال فهلا انتفعتم بجلدها قالوا يا رسول الله إنها ميتة فقال إنما حرم أكلها أخبرنا ابن عيينة عن الزهري عن عبيد الله عن ابن عباس عن النبي صلى الله عليه وسلم مثله أخبرنا ابن عيينة عن زيد بن أسلم سمع ابن وعلة سمع ابن عباس سمع النبي صلى الله عليه وسلم يقول أيما إهاب دبغ فقد طهر أخبرنا مالك عن زيد بن أسلم عن ابن وعلة عن ابن عباس أن النبي صلى الله عليه وسلم قال إذا دبغ الإهاب فقد طهر أخبرنا مالك عن يزيد بن عبد الله بن قسيط عن محمد بن عبد الرحمن بن ثوبان عن أبيه عن عائشة أن رسول الله صلى الله عليه قال الشافعي: فيتوضأ في جلود الميتة كلها إذا دبغت وجلود مالا يؤكل لحمه من السباع قياسا عليها إلا جلد الكلب والخنزير فإنه لا يطهر بالدباغ لأن النجاسة فيهما وهما حيان قائمة وإنما يطهر بالدباغ ما لم يكن نجسا حيا والدباغ بكل ما دبغت به العرب من قرظ وشب وما عمل عمله مما يمكث فيه الإهاب حتى ينشف فضوله ويطيبه ويمنعه الفساد إذا أصابه الماء ولا يطهر إهاب الميتة من الدباغ إلا بما وصفت وإن تمعط شعره فإن شعره نجس فإذا دبغ وترك عليه شعره فماس الماء شعره نجس الماء وإن كان الماء في باطنه وكان شعره ظاهرا لم ينجس الماء إذا لم يماس شعره فأما جلد كل ذكي يؤكل لحمه فلا بأس أن يشرب ويتوضأ فيه إن لم يدبغ لأن طهارة الذكاة وقعت عليه فإذا طهر الإهاب صلى فيه وصلى عليه وجلود ذوات الأواح السباع وغيرها مما لا يؤكل لحمه سواء ذكيه وميته لأن الذكاة لا تحلها فإذا دبغت كلها طهرت لأنها في معاني جلود الميتة إلا جلد الكلب والخنزير فإنهما لا يطهران بحال أبدا قال ولا يتوضأ ولا يشرب في عظم ميتة ولا عظم ذكي لا يؤكل لحمه مثل عظم الفيل والأسد وما أشبهه لأن الدباغ والغسل
لا يطهران العظم روى عبد الله بن دينار أنه سمع ابن عمر يكره أن يدهن في مدهن من عظام الفيل لأنه ميتة قال الشافعي: فمن توضأ في شيء منه أعاد الوضوء وغسل ما مسه من الماء الذي كان فيه قال الشافعي: ولا أكره إنا توضيء فيه من حجارة ولا حديد ولا نحاس ولا شيء غير ذوات الأرواح إلا آنية الذهب والفضة فإني أكره الوضوء فيهما قال الشافعي: أخبرنا مالك عن نافع عن زيد بن عبد الله بن عمر عن عبد الله بن عبد الرحمن بن أبي بكر عن أم سلمة زوج النبي صلى الله عليه وسلم أن النبي صلى الله عليه وسلم قال الذي يشرب في إناء الفضة إنما يجرجر في بطنه نار جهنم قال الشافعي: فإن توضأ أحد فيها أو شرب كرهت ذلك له ولم آمره يعيد الوضوء ولم أزعم أن الماء الذي شرب ولا الطعام الذي أكل فيها محرم عليه وكان الفعل من الشرب فيها معصية فإن قيل فكيف ينهى عنها ولا يحرم الماء فيها قيل له إن شاء الله أن رسول الله صلى الله عليه وسلم إنما نهى عن الفعل فيها لا عن تبرها وقد فرضت فيها الزكاة وتمولها المسلمون ولو كانت نجسا لم يتمولها أحد ولم يحل بيعها ولا شراؤها
ID ' ' ومعاضدة الفراء وابن السكيت وغيرهما للكسائي وكل منهم إمام وتوجيهها: أنه لما ثبت

جواز: سرت خمسا وأنت تريد الأيام والليالي جميعا كما سبق من كلام سيبويه وكما دلت

عليه الآية الكريمة وما ذاك إلا لتغليب الليالي على الأيام وجعل الأيام تابعة لليالي أجري عليها

هذا الحكم عند إرادة الأيام وحدها كقولك: سرت خمسا وأنت تريد الأيام. أو: صمت

خمسا إذ لا يمكن إرادة الليالي في الصوم وصار اليوم كأنه مندرج تحت اسم الليلة وجزء منها

فيدل عليه باسمها سواء أريدت حقيقة ذلك الاسم من الليلة واليوم تابع لها أم لم ترد واقتصر

على إرادة ما يتبعها وهو اليوم.

ونقل أبو حيان أنه يقال: صمت خمسة وأنه فصيح. وهذا إن صح لا يعارض قول سيبويه

والزمخشري لأنهما إنما قالا فيما يمكن إرادة الليالي والأيام جميعا ولا شك أنه عند إراتهما تغلب

الليالي فيضعف التذكير وأما عند إرادة المذكر فقط فالتذكير وإثبات الهاء هو الأصل والحذف

ورد في الحديث وحكاه الكسائي فالوجهان فيه فصيحان بخلاف القسم الأول فإن الحذف فيه

أفصح هذا إن ثبت: صمنا خمسة كما ادعاه أبو حيان ولعله أخذه من ابن عصفور فإن


11.11 | Posted in | Read More »

Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan

Pendahuluan

Di negara kita masih terdapat banyak penduduk miskin (38,4 juta jiwa tahun 2002). Penduduk miskin ini tersebar di perkotaan dan pedesaan. Diantara masyarakat miskin di pedesaan ini, yang kondisi kemiskinannya paling rentan adalah yang berdiam di wilayah terpencil. Wilayah terpencil adalah wilayah yang tidak terhubungkan dengan prasarana transportasi (darat, laut maupun udara) dan komunikasi dengan pusat-pusat pertumbuhan terkecil sekalipun (yaitu pusat desa atau kecamatan). Wilayah terpencil berada di pulau-pulau kecil maupun di pedalaman. Di beberapa wilayah pedesaan terpencil ini bermukim masyarakat adat dan masyarakat umum. Mereka adalah masyarakat yang masih sangat terbelakang, belum mampu mengembangkan pengetahuan untuk meningkatkan kualitas hidupnya dan sangat sedikit menerima sentuhan pembangunan.
Tujuan dari tulisan ini adalah menjawab pertanyaan bagaimana memberdayakan masyarakat pedesaan yang berada di wilayah terpencil tersebut. Bagian pertama membahas pengertian pemberdayaan masyarakat secara umum. Bagian berikutnya bagaimana menerapkan konsep pemberdayaan masyarakat tersebut pada masyarakat pedesaan yang berada di wilayah terpencil.


Konsep Pemberdayaan Masyarakat

Pemberdayaan merujuk pada pengertian perluasan kebebasan memilih dan bertindak. Bagi masyarakat miskin, kebebasan ini sangat terbatas karena ketidakmampuan bersuara (voicelessness) dan ketidak berdayaan (powerlessness) dalam hubungannya dengan negara dan pasar. Karena kemiskinan adalah multi dimensi, masyarakat miskin membutuhkan kemampuan pada tingkat individu (seperti kesehatan, pendidikan dan perumahan) dan pada tingkat kolektif (seperti bertindak bersama untuk mengatasi masalah). Memberdayakan masyarakat miskin dan terbelakang menuntut upaya menghilangkan penyebab ketidakmampuan mereka meningkatkan kualitas hidupnya.

Unsur-unsur pemberdayaan masyarakat pada umumnya adalah: (1) inklusi dan partisipasi; (2) akses pada informasi; (3) kapasitas organisasi lokal; dan (4) profesionalitas pelaku pemberdaya. Keempat elemen ini terkait satu sama lain dan saling mendukung.

Inklusi berfokus pada pertanyaan siapa yang diberdayakan, sedangkan partisipasi berfokus pada bagaimana mereka diberdayakan dan peran apa yang mereka mainkan setelah mereka menjadi bagian dari kelompok yang diberdayakan. Menyediakan ruang partisipasi bagi masyarakat, khususnya masyarakat miskin, dalam pembangunan adalah memberi mereka otoritas dan kontrol atas keputusan mengenai sumber-sumber pembangunan. Partisipasi masyarakat miskin dalam menetapkan prioritas pembangunan pada tingkat nasional maupun daerah diperlukan guna menjamin bahwa sumber daya pembangunan (dana, prasarana/sarana, tenaga ahli, dll) yang terbatas secara nasional maupun pada tingkat daerah dialokasikan sesuai dengan kebutuhan dan prioritas masyarakat miskin tersebut.

Partisipasi yang keliru adalah melibatkan masyarakat dalam pembangunan hanya untuk didengar suaranya tanpa betul-betul memberi peluang bagi mereka untuk ikut mengambil keputusan. Pengambilan keputusan yang partisipatif tidak selalu harmonis dan seringkali ada banyak prioritas yang harus dipilih, oleh sebab itu mekanisme resolusi konflik kepentingan harus dikuasai oleh pemerintah guna mengelola ketidak-sepakatan.

Ada berbagai bentuk partisipasi, yaitu:
o secara langsung,
o dengan perwakilan (yaitu memilih wakil dari kelompok-kelompok masyarakat),
o secara politis (yaitu melalui pemilihan terhadap mereka yang mencalonkan diri untuk mewakili mereka),
o berbasis informasi (yaitu dengan data yang diolah dan dilaporkan kepada pengambil keputusan),
o berbasis mekanisme pasar yang kompetitif (misalnya dengan pembayaran terhadap jasa yang diterima).

Partisipasi secara langsung oleh masing-masing anggota masyarakat adalah tidak realistik, kecuali pada masyarakat yang jumlah penduduknya sedikit, atau untuk mengambil keputusan-keputusan kenegaraan yang mendasar melalui referendum. Yang umum dilakukan adalah partisipasi secara tidak langsung, oleh wakil-wakil masyarakat atau berdasarkan informasi dan mekanisme pasar. Organisasi berbasis masyarakat seperti lembaga riset, LSM, organisasi keagamaan, dll. mempunyai peran yang penting dalam membawa suara masyarakat miskin untuk didengar oleh pengambil keputusan tingkat nasional dan daerah.

Walaupun keterwakilan sudah dilakukan dengan benar, proses partisipasi masih belum benar jika penyelenggaraannya dilakukan secara tidak sungguh-sungguh. Upaya yang dilandasi niat jujur untuk menampung pendapat masyarakat terhadap kebijakan yang menyangkut ruang hidup mereka dapat menjadi tidak berhasil, jika pendapat wakil-wakil masyarakat yang diharapkan mewakili kepentingan semua unsur masyarakat itu kemudian hanya diproses sekedarnya saja, tanpa upaya memahami pertimbangan apa dibalik pendapat yang diutarakan wakil-wakil tersebut.

Partisipasi semu seperti itu menambah ongkos pembangunan, tanpa ada manfaat yang jelas bagi peserta yang diajak berpartisipasi. Upaya melibatkan masyarakat dalam pengertian yang benar adalah memberi masyarakat kewenangan untuk memutuskan sendiri apa-apa yang menurut mereka penting dalam kehidupan mereka.

Unsur ke dua, akses pada informasi, adalah aliran informasi yang tidak tersumbat antara masyarakat dengan masyarakat lain dan antara masyarakat dengan pemerintah. Informasi meliputi ilmu pengetahuan, program dan kinerja pemerintah, hak dan kewajiban dalam bermasyarakat, ketentuan tentang pelayanan umum, perkembangan permintaan dan penawaran pasar, dsb. Masyarakat pedesaan terpencil tidak mempunyai akses terhadap semua informasi tersebut, karena hambatan bahasa, budaya dan jarak fisik. Masyarakat yang informed, mempunyai posisi yang baik untuk memperoleh manfaat dari peluang yang ada, memanfaatkan akses terhadap pelayanan umum, menggunakan hak-haknya, dan membuat pemerintah dan pihak-pihak lain yang terlibat bersikap akuntabel atas kebijakan dan tindakan yang mempengaruhi kehidupan masyarakat.

Kapasitas organisasi lokal adalah kemampuan masyarakat untuk bekerja bersama, mengorganisasikan perorangan dan kelompok-kelompok yang ada di dalamnya, memobilisasi sumber-sumber daya yang ada untuk menyelesaikan masalah bersama. Masyarakat yang organized, lebih mampu membuat suaranya terdengar dan kebutuhannya terpenuhi.

Profesionalitas pelaku pemberdaya adalah kemampuan pelaku pemberdaya, yaitu aparat pemerintah atau LSM, untuk mendengarkan, memahami, mendampingi dan melakukan tindakan yang diperlukan untuk melayani kepentingan masyarakat. Pelaku pemberdaya juga harus mampu mempertanggungjawabkan kebijakan dan tindakannya yang mempengaruhi kehidupan masyarakat.

Hasil yang Diharapkan

Memberdayakan masyarakat berarti melakukan investasi pada masyarakat, khususnya masyarakat miskin, dan organisasi mereka, sehingga asset dan kemampuan mereka bertambah, baik kapabilitas perorangan maupun kapasitas kelompok. Agar pemberdayaan masyarakat dapat berlangsung secara efektif, maka reformasi kenegaraan, state reform, harus dilakukan pada tingkat nasional maupun daerah. Berbagai peraturan, ketentuan, mekanisme kelembagaan, nilai-nilai dan perilaku harus disesuaikan untuk memungkinkan masyarakat miskin berinteraksi secara efektif dengan pemerintah. Berbagai ketentuan perlu disiapkan untuk memungkinkan masyarakat miskin dapat memantau kebijakan, keputusan dan tindakan pemerintah dan pihak-pihak lain yang terlibat. Tanpa pemantauan yang efektif dari masyarakat miskin, maka kepentingan mereka dapat terlampaui oleh kepentingan-kepentingan lain. Adanya partisipasi masyarakat dalam pembangunan akan menghasilkan wujud yang berbeda jika pembangunan tidak melalui proses yang partisipatif. Pembangunan yang partisipatif menghasilkan tata pemerintahan yang lebih baik, kemakmuran yang lebih adil, pelayanan dasar yang lebih bermanfaat bagi masyarakat banyak, akses ke pasar dan jasa bisnis yang lebih merata, organisasi masyarakat yang lebih kuat, dan kebebasan memilih yang lebih terbuka.

Contoh Keberhasilan Pemberdayaan Masyarakat Skala Nasional

Salah satu penerapan prinsip partisipasi, sebagai salah satu unsur dalam proses pemberdayan masyarakat, yang penting adalah dalam proses perencanaan dan penganggaran pembangunan. Dalam participatory budgeting ini, sejumlah stakeholders mendiskusikan, menganalisis, memprioritaskan dan memantau keputusan tentang anggaran belanja pemerintah. Stakeholders ini mencakup masyarakat umum, kelompok miskin, dan kelompok terpinggirkan seperti kaum perempuan, dan kelompok-kelompok pemangku kepentingan lain seperti dunia usaha, anggota parlemen dan juga lembaga pemberi pinjaman.

Penganggaran yang partisipatif dilakukan dalam tiga tahap pengangaran:
1. analisa dan formulasi anggaran,
2. penelusuran dan pemantauan pengeluaran anggaran, dan
3. penilaian terhadap hasil kerja pemerintah.

Hasil dari proses perencanaan dan penggunaan anggaran pembangunan secara partisipatif yang diharapkan adalah pelaksanaan pembangunan yang pro-kemiskinan, terwujudnya konsensus sosial, dan meningkatnya dukungan masyarakat dalam proses reformasi yang seringkali menuntut pengorbanan.

Penganggaran yang partisipatif ternyata berakibat positif bagi ekonomi makro dan keuangan negara, seperti ditunjukkan oleh negara Irlandia sejak menerapkan proses penganggaran yang partisipatif. Hasil yang tampak adalah anggaran yang semula defisit berubah menjadi surplus, persentase hutang/pinjaman terhadap PDB menurun, tingkat inflasi berkurang, pertumbuhan ekonomi lebih cepat, investasi asing meningkat dan pengangguran berkurang.

Penganggaran partisipatif di Irlandia didorong oleh kemauan keras pemerintah dan masyarakat untuk mengatasi resesi ekonomi pada tahun 1980an, dimana inflasi sangat tinggi, hutang pemerintah meningkat, defisit anggaran besar, dan produktivitas sektor industri menurun. Pada tahun 1986 dibentuk Dewan Ekonomi dan Sosial Nasional, yang berfungsi menjadi wadah bagi "mitra sosial" (social partners) untuk mengupas berbagai persoalan ekonomi dan mencari jalan keluar bersama. Seluruh elemen pemberdayaan masyarakat ada dalam proses pembangunan ini.

Sampai tahun 2002 sudah ada lima produk kesepakatan yang diputuskan oleh dewan ini. Kalau tiga kesepakatan pertama berfokus pada masalah-masalah ekonomi, dua kesepakatan terakhir cakupannya lebih luas. Kesepakatan yang kelima, (2000-2002) bertema Program for Prosperity and Fairness, mencakup tujuan-tujuan sosial disamping tujuan ekonomi. Proses konsultasi antara pemerintah dengan organisasi masyarakat sipil berlangsung selama empat bulan untuk menghasilkan kesepakatan tersebut.

Selain keadaan ekonomi makro dan keuangan negara yang membaik di Irlandia sejak menerapkan proses penganggaran yang partisipatif, hasil intangible penting adalah terbangunnya modal sosial berupa saling percaya yang tinggi antara pemerintah dan unsur-unsur masyarakat. Masing-masing pihak tidak bisa lari dari tanggungjawab sebab akan harus akuntabel terhadap komitmen yang telah dinyatakan dalam pertemuan sebelumnya. Setiap pihak mempunyai kesempatan untuk menyampaikan kepentingan, keberatan dan kontribusinya dalam mengatasi persoalan bangsa. Jadi baik pemerintah maupun unsur-unsur masyarakat sama-sama harus bertanggungjawab terhadap kesepakatan yang dibuat.

Pendekatan pemberdayaan masyarakat dalam skala lebih mikro menghasilkan tingkat pelayanan umum yang menjangkau masyarakat lebih banyak, kualitas prasarana/sarana yang lebih murah dan tahan lama, dan pendapatan masyarakat yang lebh baik, dan secara keseluruhan berkurangnya tingkat kemiskinan.


Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan Terpencil

Masyarakat pedesaan terpencil adalah masyarakat yang relatf tertutup, mempunyai keterkaitan dengan alam yang tinggi, melakukan kegiatan produksi yang bersifat subsistence, memperoleh pelayanan sosial yang sangat minim sehingga menghasilkan tingkat kualitas SDM yang relatif sangat rendah. Namun, sebagian masyarakat pedesaan terpencil, khususnya masyarakat adat, mampu menghasilkan produk budaya yang berkualitas tinggi seperti ukiran suku Asmat, tato suku Mentawai, pengelolaan hutan yang harmonis suku Baduy, dll.

Tujuan pemberdayaan masyarakat pedesaan terpencil adalah meningkatkan kesejahteraannya sehingga mereka dapat menikmati kualitas hidup sebagaimana yang dinikmati oleh masyarakat Indonesia pada umumnya. Dalam wujud fisik, pemberdayaan masyarakat pedesaan terpencil akan memungkinkan mereka untuk:
o Bermukim secara menetap
o Melakukan kegiatan ekonomi pasar yang menguntungkan dan berkelanjutan
o Terlayani oleh fasilitas sosial ekonomi: sekolah, klinik, listrik, air bersih
o Terhubungkan dengan angkutan darat/laut reguler ke pusat desa/kecamatan.

Strategi pemberdayaan masyarakat pedesaan terpencil dilakukan dengan mewujudkan ke empat elemen pemberdayaan masyarakat: inklusi dan partisipasi, akses pada informasi, kapasitas organisasi lokal, profesionalitas pelaku pemberdaya. Tantangan utama yang dihadapi dalam memberdayakan masyarakat pedesaan terpencil adalah pengetahuan yang terbatas, wilayah yang sulit dijangkau, dan pemahaman adat yang kuat pada masyarakat adat.

Untuk dapat memasukkan mereka dalam proses perubahan, maka upaya yang pertama kali perlu dilakukan adalah memahami pemikiran dan tindakan mereka serta membuat mereka percaya kepada pelaku pemberdaya. Selanjutnya mereka perlu berpartisipasi dalam proses perubahan yang ditawarkan dengan memberikan kesempatan menentukan pilihan secara rasional. Proses ini dapat memerlukan waktu yang lama, namun hasilnya akan lebih efektif daripada memberikan pilihan yang sudah tertentu. Pengikutan masyarakat dalam proses perubahan dilakukan secara berangsung-angsur dari kelompok kecil menuju masyarakat lebih luas.

Akses pada informasi dibuka dengan memberikan penjelasan mengenai program-program pemerintah yang akan dilakukan, norma-norma bermasyarakat yang perlu diketahui, ilmu pengetahuan dasar, hak-hak yang mereka peroleh, manfaat perubahan yang akan terjadi, masalah-masalah yang mungkin dihadapi, dsb.

Kapasitas organisasi lokal ditumbuhkan dengan melakukan pengorganisasian terhadap kelompok-kelompok dalam masyarakat pada tingkat bawah (seperti kelompok perempuan, kelompok pemuda, kelompok peladang), dan terhadap tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, aparat desa/dusun, dsb. Tujuan pemerkuatan organisasi lokal ini adalah untuk menjadikan mereka mampu merencanakan perbaikan lingkungan mereka, mampu meningkatkan produktivitas, mampu bernegosiasi dengan pihak lain, mampu melakukan kegiatan-kegiatan bersama yang bermanfaat. Teknik-teknik pemetaan wilayah, penyusunan rencana tata ruang, perbaikan sarana permukiman, pembangunan rumah, cara bercocok tanam, cara mengolah hasil kebun, melindungi mata air, dll. perlu diajarkan atau dipelajari bersama.

Pelaku pemberdaya perlu mempunyai kemampuan profesional yang tinggi agar dapat melakukan pendampingan secara baik. Pelaku pemberdaya yang potensial adalah organ pemerintah daerah atau organisasi berbasis masyarakat lokal, yang mempunyai perhatian, komitmen, dan kemampuan untuk membangun masyarakat miskin dan terbelakang. Upaya pemberdayaan masyarakat pedesaan terpencil, baik masyarakat adat maupun masyarakat lokal, menuntut pola kerja yang fleksibel, tidak terhambat oleh sistem administrasi penganggaran yang ketat. Agar pelaku pemberdaya masyarakat dapat bekerja secara profesional, maka mereka perlu mendapat pelatihan dan pendidikan yang memadai.

Pemberdayaan masyarakat pedesaan terpencil merupakan salah satu rstrategi mewujudkan masyarakat yang maju dan sejahtera. Strategi lain yang perlu dilakukan adalah pemberian peluang (creating opportunity), pengembangan kapasitas dan modal manusia (capacity building and human capital development), dan perlindungan sosial (social protection).

Pemberian peluang dilakukan dengan penyediaan prasarana dan sarana umum khususnya transportasi, listik, komunikasi, dan pasar. Pengembangan kapasitas dan modal manusia dilakukan dengan menyediakan pelayanan pendidikan dan kesehatan sesuai kondisi lokal. Penyediaan prasarana dan sarana umum serta pelayanan sosial bagi masyarakat pedesaan terpencil, akan menghadapi kendala keterpencilan wilayah, jumlah penduduk yang sedikit, lokasi yang tersebar. Untuk itu berbagai teknik dan bentuk-bentuk prasarana dan sarana serta pola-pola pelayanan khusus perlu diciptakan. Perlindungan sosial dilakukan antara lain dengan membuat peraturan yang menjamin kepastian hukum terhadap hak ulayat masyarakat adat, atau hak milik masyarakat umum, disertai dengan ketentuan tentang batas-batas tanah yang selanjutnya diakomodasikan dalam peraturan daerah mengenai rencana tata ruang wilayah. Perlindungan hukum juga diberikan pada produk-produk budaya masyarakat.


Penutup

Masyarakat pedesaan berbasiskan masyarakat terpencil adalah kelompok miskin paling rentan diantara kelompok-kelompok miskin pada umumnya. Pemberdayaan masyarakat pedesaan terpencil perlu dilakukan dengan mengikutkan mereka dalam perencanaan program-program pembangunan, dan menyertakan mereka sebagai pelaku aktif proses perubahan yang dilakukan. Untuk itu mereka perlu mempunyai akses terhadap informasi tentang berbagai hal yang menyangkut kehidupan mereka, mendorong mereka mengorganisasikan diri dalam kelompok-kelompok yang mampu menyuarakan kepentingan dan menyelesaikan masalah yang dihadapi secara mandiri. Upaya pemberdayaan masyarakat perlu didukung oleh pelaku-pelaku yang profesional, yang mempunyai kemampuan, komitmen dan perhatian pada masyarakat pedesaan terpencil yang relatif kurang pendidikan. Berbagai teknik dan bentuk-bentuk prasarana dan sarana serta pola-pola pelayanan khusus perlu diciptakan.

Perubahan-perubahan yang dihasilkan oleh upaya-upaya pemberdayaan masyarakat pedesaan terpencil lambat laun diharapkan akan meningkatkan kualitas kehidupan mereka, menjadikan mereka lebih berdaya, mampu melepaskan diri dari keterbelakangannya, dan menjadi masyarakat yang maju dan mandiri•


Referensi

Buletin Kawasan, Direktorat PKKT Bappenas, Edisi 8 Tahun 2003

Direktorat Kerjasama Pembangunan Sektoral dan Daerah, Bappenas, Kebijakan Strategis Pemberdayaan Masyarakat, 2003.

Narayan, Deepa, Empowerment and Poverty Reduction, World Bank, 2002.

SMERU, No. 07/Juli-September 2003.

01.02 | Posted in | Read More »

My Benner

11.52 | Posted in | Read More »

BIOGRAFHI IMAM IBNU MALIK

Nama lengkap beliau adalah Jamaluddin Muhammad bin Abdillah bin Malik. Beliau dilahirkan dikota Jayyan Andalusia (Spanyol) pada Tahun 579 H. Sewaktu hijrah dari Andalusia ke Damaskus Syiria beliau pernah menimba ilmu kepada guru-guru besar diantaranya : Ibni Ya’is, Ibu Amr Ats tsabit bin Hiyar dan Ibnu Hajib. Beliau sendiri juga banyak memilki murid-murid yang terkenal diantaranya : Syaikh Imam Nawawi (ahli Fiqh), Abu Hayyan, Syaikh Ibnu ‘Aqil, Ibnu Nuhas, Ibnu Athor, Ibnu Hisyam, Ibnu Abil Fath dan putra beliau yang bernama Syaikh Baduddin.
Beliau adalah ulama yang menguasai segala bidang ilmu, Namun beliau lebih dikenal sebagai ahli nahwu Shorif. Beliau juga pernah menjadi rektor pada salah satu universitas di kota Damaskus.
Imam Ibnu Malik juga terkenal sebagai seorang zuhud, beliau tidak pernah satu kalipun mentelaah kitab dalam keadaan hadats seperti halnya yang dilakukan gurunya Ibnu Hajib.
Karya-karya beliau yang terkenal antara lain :
1. Nadzom Al-Fiyyah Ibnu Malik
2. Tashil Wasyarkhihi
3. Umdah Wa Syarhihi
4. Al-Kafiyah wa syarhihi
5. Lamiyyatul Affal wal’Alam bil Mutsalatsil Kalam
6. At-Tadlih fi I’robil Musykilat Minal Jam’is Sholihin

Sekelumit Kisah Sewaktu mengarang Al-Fiyyah
Kisah ini bermula sewaktu beliau tengah mengarang Al-Fiyyah dan sampai pada bait فا ئقة الضية ابن معظى beliau mengalami kemusykilan. Tidak mampu melanjutkan bait-bait alfiyyah yang tealh beliau susun dan beliau rencanakan sebelumnya. Bait-bait tersebut seakan hilang dan tidak berbekas tanpa adanya sebab-sebab yang beliau mengerti. Selang beberapa hari kemudian, beliau bermimpi bertemu dengan seseorang yang tidak dikenalnya yang berkata kepada belaiu : “Saya mendengar bahwa kamu telah mengarang kitab yang menerangkan ilmu nahwu, benarkah itu ?”
“Ya” jawab beliau, “sampai dimanakah kamu mengarang kitab tersebut ?”. beliau kemudian menjawab “ sampai lafadz فا ئقة الضية ابن معظى “mengapa kamu tidak melanjutkannya?”. “Sudah barang tentu saya ingin melanjutkan karangan tersebut” jawab beliu, “kalau kamu ingin sekali melanjutkan karangan itu, maka ketahuilah wahai Ibnu Malik bahwa seseorang yang masih hidup terkadang mampu mengalahkan seribu orang yang mati”. Mendengar jawaban ini beliau tersentak kagetdan sadar bahwa beliau telah mengunggulkan karangannya atas karangan kitab Al-Fiyyah Ibnu Mu’thi. Secara spontanitas beliau lalu bertanya kepada orang tersebut “Apakah kamu yang bernama Ibnu Mu’ty?”. Orang itu menganggukan kepala, dan ketika itu pula Ibnu Malik merasa malu, keesokan harinya beliau meralat lafadz فا ئقة الضية ابن معظىdengan bait :
وهو بسبق حا ئز تفضليلا # مستوجب ثناتي الجميلا
Denga sekelumit kish diatas kita bisa mengambil hikmah bhwa sehebat yang kita milki kita tidak perlu sombong dengan membanggakan diri sebagai yang terbaik dari yang lain.
Ibnu Malik wafat pada Malam Rabu Tanggal 12 Sya’ban 672 H pada usia 75 tahun. Semoga Allah SWT membalas jasa besar Imam Ibnu Malik yang mana Karya-karya beliau hingga saat ini masih kitas geluti bersama

21.40 | Posted in | Read More »

PLSSS

Globalisasi berarti interaksi terbuka tanpa batas wilayah dan geografis yang jelas. Masyarakat di suatu daerah dapat berinteraksi secara sosial dan ekonomi dengan masyarakat lain di belahan bumi lainnya tanpa kendala yang berarti.Untuk mencegahnya?! Sebaiknya tidak usah repot dipikirkan. Karena kekuatannya yang sangat dahsyat, hampir mustahil upaya pencegahannya dilakukan. Lagi pula fenomena tersebut merupakan konsekuensi logis dari perkembangan dan kemajuan peradaban manusia itu sendiri.
Sejak ada di muka bumi, manusia menyatu dengan sifat dasarnya yang serba ingin tahu. Dan itu adalah berkah dari Allah SWT-Tuhan semesta alam, karena dengan hal itu manusia menapaki berbagai kemajuan dalam menjalani kehidupannya. Dan kemajuannya dalam hal bagaimana cara berinteraksi dengan sesama manusia menjelma dalam fenomena yang kita sebut dengan globalisasi. Bukankah secara mendasar manusia juga perlu berinteraksi dengan manusia lain ?! Zoon politicon-manusia merupakan makhluk sosial, demikian kata filsuf Aristoteles.
Yang terpenting adalah bagaimana kita dapat tetap survive dalam globalisasi. Menyangkut hal ini, penulis melihat adanya keterkaitan yang sangat erat dengan pendidikan. Karena survive dalam globalisasi sangat berkaitan dengan sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang unggul akan dapat survive, atau malah dapat memanfaatkan fenomena globalisasi menjadi suatu kekuatan yang sangat dahsyat. Begitu sebaliknya, sumber daya manusia yang lemah hanya akan tertindas dan merasakan kesulitan hidup karena tidak dapat bersaing dengan yang lainnya. Pendidikan adalah sarana peningkatan sumber daya manusia yang dimaksud. Karenanya penulis akan membahas keterkaitan antara globalisasi dan pendidikan, khususnya pendidikan luar sekolah.
Jalur Pendidikan
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar manusia secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki pengetahuan, mental serta keterampilan yang diperlukannya dalam menjalani kehidupan.
Menurut Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan dibagi menjadi 3 (tiga) jalur, yaitu pendidikan formal, non formal dan informal.
Pertama, pendidikan formal, yaitu jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Pendidikan dasar berbentuk sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat serta sekolah menengah pertama (SMP) dan madrasah tsanawiyah (MTs), atau bentuk lain yang sederajat.
Pendidikan menengah merupakan lanjutan pendidikan dasar, yang terdiri atas pendidikan menengah umum, misalnya Sekolah Menangah Atas (SMA) dan Madrasah Aliyah (MA), serta pendidikan menengah kejuruan, misalnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK).
Sedangkan pendidikan tinggi merupakan jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, spesialis, dan doktor.
Kedua, pendidikan non-formal yang merupakan jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Meliputi pendidikan kecakapan hidup, pendidikan anak usia dini, pendidikan kepemudaan, pendidikan pemberdayaan perempuan, pendidikan keaksaraan, pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja, pendidikan kesetaraan, seperti Paket A, Paket B dan Paket C, serta pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik.
Pendidikan non formal sendiri berfungsi sebagai pengganti, penambah ataupun pelengkap dari pendidikan formal. Sebagai subtitute pendidikan formal, artinya pendidikan non formal dilaksanakan sebagai pengganti pendidikan formal bagi masyarakat yang karena alasan tertentu (seperti biaya pendidikan), sehingga tidak dapat mengikuti pendidikan formal. Contohnya Kejar Paket A setara SD, Paket B setara SMP dan Paket C setara SMA.
Sebagai supplement dan complement pendidikan formal, yaitu sebagai penambah dan pelengkap pengetahuan dan keterampilan yang masih kurang didapatkan dari pendidikan di sekolah (pendidikan formal). Misalnya kursus, bimbingan studi, training dan lainnya.
Lembaga pendidikan non formal misalnya seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), lembaga kursus, lembaga pelatihan, kelompok belajar, majelis taklim, serta satuan pendidikan yang sejenis.
Ketiga, pendidikan informal, yaitu pendidikan yang dilakukan keluarga dan lingkungan. Sebelumnya, jalur pendidikan hanya dibagi menjadi 2 (dua), yaitu pendidikan sekolah dan pendidikan luar sekolah. Hal ini diatur dalam Undang-undang No. 2 Tahun 1989 tentang Sitem Pendidikan Nasional.
Namun ada sedikit perbedaan dengan ditetapkannya Undang-undang yang baru, yaitu No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pendidikan sekolah disebut dengan pendidikan formal, sedangkan pendidikan luar sekolah dibagi menjadi pendidikan non formal dan informal.
Karena kebiasaan penggunaan istilah, sampai saat ini istilah pendidikan luar sekolah masih sering digunakan. Bahkan dalam struktur pemerintahan pada Dinas Pendidikan, istilah pendidikan luar sekolah masih digunakan sampai saat ini. Dengan alasan itulah penulis menggunakan istilah tersebut.
Pendidikan Luar Sekolah
Dari berbagai jalur pendidikan tersebut, memang pendidikan sekolah merupakan jalur yang paling dominan dan diutamakan. Mungkin akan sangat gampang jika kita ingat-ingat fenomena pendidikan di tengah masyarakat, bagaimana pendidikan sekolah secara umum hampir menjadi 'siklus wajib' kehidupan seseorang. Ketika sudah berusia 6 tahun maka harus masuk ke Sekolah Dasar (SD), setelah lulus akan mendaftar ke Sekolah Menengah Pertama (SMP), kemudian ke Sekolah Menengah Atas (SMA), lalu ke Perguruan Tinggi. Di luar sekolah tersebut, dapat saja seseorang mengikuti bimbingan studi, kursus bahasa asing ataupun komputer misalnya yang sifatnya hanya tambahan.
Paradigma tersebut tidak dapat dianggap salah, karena pendidikan sekolah adalah yang utama dan pendidikan luar sekolah bersifat pelengkap ataupun tambahan. Namun karena pendidikan sekolah sudah dianggap sesuatu hal yang 'wajib' dan primer dalam proses pendidikan, karenanya penulis tidak akan membahasnya lagi.
Menyangkut fenomena globalisasi, penulis akan membahas 2 (dua) konteks penting yang sangat erat kaitannya dengan pendidikan luar sekolah.
Pertama, globalisasi berarti persaingan terbuka. Persaingan dalam bidang apa pun yang bermuara pada persaingan sumber daya manusia. Pertanyaannya adalah, siapkah sumber daya manusia kita bersaing secara terbuka dengan orang lain secara terbuka? Pertanyaan yang lumayan 'menakutkan' sehingga cukup untuk mengernyitkan dahi kita.
Yah, siap ataupun tidak jalan terbaik adalah terus mempersiapkan diri meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang ada.
Tuntutan akan kemampuan lebih dalam persaingan, tidak memungkinkan pendidikan sekolah untuk dapat memenuhinya secara baik. Karenanya, pendidikan luar sekolah mengambil peran yang sangat signifikan sebagai media subtitute, supplement dan complement agar kualitas sumber daya manusia dapat meningkat dengan baik. Sejak dini anak-anak sudah harus belajar dalam kelompok bermain, kemudian kursus bahasa asing, bimbingan studi, kursus komputer dan pengasahan kemampuan lainnya.
Kedua, globalisasi berarti interaksi sosial terbuka. Berbagai informasi tentang budaya lain tidak akan mungkin terbendung. Dalam keadaan seperti ini, filterisasi budaya baik dan yang dianggap kurang baik hanya dapat dilakukan oleh penilaian manusianya sendiri. Penilaian itulah yang dipengaruhi oleh mental dan spiritual manusia yang bersangkutan. Dalam kaitan inilah pendidikan luar sekolah, khususnya pendidikan keluarga dan lingkungan akan sangat diperlukan.
Pembinaan mental dan spiritual banyak dibina di kehidupan keluarga dan lingkungannya. Penanaman nilai baik-buruk, benar-salah dan sebagainya dominan dibentuk dalam interaksinya sehari-hari dalam realitas kehidupannya.
Kedua hal ini merupakan hal penting yang menunjukkan keterkaitan antara pendidikan luar sekolah dengan globalisasi. Dengan keterkaitan ini pula, tampak jelas bahwa pendidikan sekolah dan pendidikan luar sekolah merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Keduanya merupakan sesuatu yang integral dalam melakukan proses pendidikan.
Hanya dengan begitu tujuan pendidikan untuk berkembangnya potensi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab seperti yang diamanatkan dalam UU No. 20 Tahun 2003 dapat terwujud.

Karekteristik PLS
1. Pendidikan Luar Sekolah sebagai Subtitute dari pendidikan sekolah. Artinya, bahwa pendidikan luar sekolah dapat menggantikan pendidikan jalur sekolah yang karena beberapa hal masyarakat tidak dapat mengikuti pendidikan di jalur persekolahan (formal). Contohnya: Kejar Paket A, B dan C
2. Pendidikan Luar Sekolah sebagai Supplement pendidikan sekolah. Artinya, bahwa pendidikan luar sekolah dilaksanakan untuk menambah pengetahuan, keterampilan yang kurang didapatkan dari pendidikan sekolah. Contohnya: private, les, training
3. Pendidikan Luar Sekolah sebagai Complement dari pendidikan sekolah. Artinya, bahwa pendidikan luar sekolah dilaksanakan untuk melengkapi pengetahuan dan keterampilan yang kurang atau tidak dapat diperoleh didalam pendidikan sekolah. Contohnya: Kursus, try out, pelatihan dll

18.08 | Posted in | Read More »

Blog Archive

Photobucket
English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
widgets by : Blog Pendidikan

Recently Added